Jejak Mafia BBM dari Sidrap ke Morowali, Petani dan Nelayan Jadi Tumbal

- Redaktur

Sabtu, 11 April 2026 - 06:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, SIDRAP – Di balik hingar-bingar industri di Morowali, ada tetesan keringat rakyat kecil di Tanete, Sidrap, yang dikhianati. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kecamatan Maritengngae kini bukan lagi sekadar masalah logistik, melainkan sebuah skandal distribusi yang diduga kuat didalangi oleh praktik mafia BBM lintas daerah.

Nama seorang oknum berinisial IL mencuat ke permukaan. Ia dituding menjadi “aktor intelektual” di balik menguapnya stok Solar di SPBU lokal demi memenuhi pundi-pundi pribadi melalui pengiriman gelap ke wilayah industri Morowali.

Modus Operandi: Menguras Lokal demi Keuntungan Global
Praktik yang dilakukan IL diduga bukan sekadar aksi pengecer kecil, melainkan operasi sistematis. Berdasarkan penelusuran dan laporan warga, IL disinyalir rutin menguras pasokan BBM subsidi dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BBM yang seharusnya menjadi hak petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro di Tanete, justru “dilarikan” keluar daerah menggunakan armada rahasia. Akibatnya fatal: Stok BBM di Tanete kritis, sementara antrean warga memular tanpa kepastian.

“Kami ini pemilik sah subsidi itu, tapi kenapa kami yang harus mengemis di tanah sendiri? Antre berjam-jam hanya untuk melihat papan ‘BBM Habis’, sementara mereka (pelangsir) bebas keluar masuk membawa jeriken dan tangki modifikasi,” keluh seorang warga dengan nada geram.

Baca Juga:  Adinda Cup I 2026 Segera Digelar, Panitia Tetapkan 20 Aturan Resmi Turnamen

Rakyat Kecil Jadi Tumbal
Dampak dari dugaan praktik “pelangsiran” ini mencekik ekonomi akar rumput. Kendaraan roda dua milik buruh harian dan mesin-mesin operasional UMKM terpaksa mandek. Tanete, yang seharusnya mendapat prioritas distribusi, kini hanya menjadi “tempat transit” yang ditinggalkan dalam keadaan kering kerontang.

Ketidakseimbangan ini memicu kecurigaan besar: Bagaimana mungkin pengiriman skala besar lintas provinsi bisa melenggang mulus tanpa terdeteksi?

Desakan Hukum: Jangan Biarkan Hukum “Masuk Angin”
Publik kini menuntut keberanian aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak tegas, bukan sekadar melakukan pengawasan formalitas. Masyarakat mendesak tiga langkah nyata:

Seret Oknum IL: Lakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aliran distribusi yang dikelola IL dan jaringannya.

Audit SPBU: Periksa keterlibatan oknum operator atau pengelola SPBU yang diduga “main mata” dengan para pelangsir.

Blokade Jalur Gelap: Perketat pengawasan di jalur keluar daerah guna memastikan BBM subsidi tetap berada di tangan yang berhak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen
BI dan PWI Sulsel Bahas Perkembangan Ekonomi Hingga Pentingnya Manajemen Risiko
Jaga Hasil Panen, Bhabinkamtibmas Pantau Ketersediaan Air Irigasi di Maritengngae
Resmikan Jembatan Kaluppini, Bupati Enrekang Apresiasi Dukungan CSR Pertamina.
Perlancar Pelayanan di SPBU, Pemkab Sidrap Berlakukan Ganjil-Genap untuk BBM Bersubsidi
Petani Botto Syukuri Hasil Panen, Rayakan Mappadendang di Tengah Kemarau El Nino
Kemarau Panjang ,BAZNAS Enrekang Distribusikan Air BersihΒ  Ke Rumah Ibadah,Perkantoran dan Masyarakat Umum.
Arisan Bukan Sekadar Kumpul, Sarana Pererat Silaturahmi Alumni SMEA Rappang Angkatan 1991
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:14 WITA

BI dan PWI Sulsel Bahas Perkembangan Ekonomi Hingga Pentingnya Manajemen Risiko

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Jaga Hasil Panen, Bhabinkamtibmas Pantau Ketersediaan Air Irigasi di Maritengngae

Rabu, 23 September 2026 - 11:03 WITA

Resmikan Jembatan Kaluppini, Bupati Enrekang Apresiasi Dukungan CSR Pertamina.

Selasa, 22 September 2026 - 14:00 WITA

Perlancar Pelayanan di SPBU, Pemkab Sidrap Berlakukan Ganjil-Genap untuk BBM Bersubsidi

Berita Terbaru