UMS Rappang Terapkan WFH, Perkuat Pembelajaran Digital Berbasis LMS 

- Redaktur

Selasa, 14 April 2026 - 07:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Infobuzzpres.online SIDRAP Menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tentang penyesuaian pola kerja dan kegiatan akademik, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mulai menerapkan sistem work from home (WFH) yang dipadukan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara proporsional.

Kebijakan tersebut diterapkan selama tiga hari dalam sepekan, yakni setiap Kamis hingga Sabtu.

Sebagai penunjang PJJ, UMS Rappang telah memilki fasilitas khusu milik UMS Rappang yakni Learning Management System (LMS) yang dapat diakses dosen dan mahasiswa. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform tersebut, pihak kampus menggelar kegiatan penyegaran dan peningkatan kompetensi dosen terkait pembelajaran daring berbasis OpenLearning.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026) di lantai 3 Gedung Rektorat dan diikuti oleh dosen dari seluruh program studi. Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., serta dihadiri jajaran pimpinan, mulai dari Wakil Rektor I hingga Wakil Rektor IV.

Dalam sambutannya, Rektor yang akrab disapa Prof. Jamaluddin menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.

Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran tidak lagi harus bergantung pada kehadiran fisik di ruang kelas.

“Kita harus mengubah mindset. Proses pembelajaran bisa berjalan di mana saja, tidak harus selalu di kampus,” ujarnya.

Menurut dia, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan platform digital yang telah disediakan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat undangan khusus dari Google untuk mempelajari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, termasuk penggunaan kecerdasan buatan seperti Gemini.

Baca Juga:  Diundang Google, Rektor UMS Rappang Dalami Pemanfaatan Teknologi untuk Pendidikan

“Kita harus siap menghadapi perubahan. Teknologi seperti Google dan berbagai platform digital sudah sangat lengkap untuk mendukung pembelajaran,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Jamaluddin menekankan pentingnya optimalisasi LMS yang selama ini telah dibiayai oleh kampus.

Ia menyebutkan bahwa sistem tersebut telah menyediakan berbagai fitur akademik, mulai dari penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), hingga portofolio mahasiswa.

“Kalau sudah dibayar tapi tidak digunakan, tentu sangat disayangkan. Padahal semua perangkat pembelajaran sudah tersedia di sistem,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa LMS milik UMS Rappang, bukan sekadar memindahkan kelas ke platform konferensi video seperti Zoom.

“Kalau Zoom itu hanya memindahkan kelas ke laptop. Tapi LMS membuat pembelajaran menjadi lebih sistematis dan terstruktur,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait perubahan metode pembelajaran, mengingat masih adanya persepsi keliru mengenai hak layanan pendidikan yang dikaitkan dengan kehadiran fisik di kelas.

Menurut Prof. Jamaluddin, pemanfaatan teknologi digital justru menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing global perguruan tinggi.

“Kita ingin berdampak global. Platform seperti OpenLearning memungkinkan itu, sama halnya dengan publikasi ilmiah yang terindeks internasional,” katanya.

Rektor juga mengajak seluruh dosen untuk tidak ragu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam mengatasi kendala bahasa, karena berbagai alat bantu digital kini telah tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Piala Dunia 2026: TVRI Harusnya Milik Publik, Mengapa Malah Menjadi Komoditas?
Jalan Poros Pinrang-Rappang yang Baru Diaspal Berlubang Bahayakan Pengendara, Sudah Telan Korban Kecelakaan
Disperindag Sidrap Tegas: Gas Melon Khusus Rumah Tangga, Bukan Pengusaha
SPBU Tanete Sidrap Dikeluhkan, Pengendara Terlantar di Tengah Antrean Panjang Tanpa Pelayanan
Daftar Kepala Daerah Pemenang Disway Top Regional Leader Awards 2026
Suwardi Thahir dan Kerinduan Wartawan pada Pemimpin yang Merangkul
Dr. Bunyamin M. Yapid Wakili Menag RI di Penamatan As’adiyah, Serukan Pembumian Kurikulum Cinta
Optimisme Bupati Sidrap di MRS Celebes 2026: Dari Lokal Menuju Internasional
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:32 WITA

Piala Dunia 2026: TVRI Harusnya Milik Publik, Mengapa Malah Menjadi Komoditas?

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:24 WITA

Jalan Poros Pinrang-Rappang yang Baru Diaspal Berlubang Bahayakan Pengendara, Sudah Telan Korban Kecelakaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:43 WITA

Disperindag Sidrap Tegas: Gas Melon Khusus Rumah Tangga, Bukan Pengusaha

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:31 WITA

SPBU Tanete Sidrap Dikeluhkan, Pengendara Terlantar di Tengah Antrean Panjang Tanpa Pelayanan

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:39 WITA

Daftar Kepala Daerah Pemenang Disway Top Regional Leader Awards 2026

Berita Terbaru