Piala Dunia 2026: TVRI Harusnya Milik Publik, Mengapa Malah Menjadi Komoditas?

- Redaktur

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZPRESS.COM — Nasional, 13 Juni 2026 – Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang ditunggu jutaan penggemar sepak bola di Indonesia. Sebagai stasiun televisi publik yang didanai dari uang rakyat, TVRI seharusnya menjadi jendela utama yang memberikan akses tontonan ini secara bebas dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Namun kenyataan yang terjadi justru menuai kekecewaan luas. Banyak warga, terutama yang tinggal di daerah pedesaan, pinggiran kota, dan wilayah terpencil, mengeluh tidak dapat menyaksikan siaran pertandingan secara cuma-cuma. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah penayangan Piala Dunia kini sudah berubah menjadi urusan bisnis semata, bukan lagi layanan publik?

β€œTVRI itu milik kita semua, didirikan untuk melayani masyarakat. Kalau ajang sebesar ini saja tidak bisa dinikmati secara bebas oleh warga di luar kota besar, lalu apa gunanya disebut televisi publik?” ujar salah satu warga yang mengungkapkan kekecewaannya.

Keluhan serupa datang dari berbagai daerah. Mereka menyatakan, selama ini berharap kehadiran TVRI menjadi solusi agar masyarakat di pelosok tetap bisa merasakan semangat Piala Dunia tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan atau berlangganan layanan tertentu. Namun kenyataannya, akses tersebut terasa terbatas dan tidak merata.

Masyarakat mempertanyakan kebijakan yang diambil: apakah pemerintah dan pengelola penyiaran lebih mengutamakan keuntungan komersial daripada hak publik untuk mendapatkan informasi dan hiburan yang layak? Jika ini terus berlanjut, maka fungsi utama TVRI sebagai lembaga penyiaran publik perlahan akan hilang maknanya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan resmi rinci dari pihak terkait mengenai alasan keterbatasan akses siaran ini. Masyarakat berharap ada kebijakan yang lebih adil, sehingga Piala Dunia 2026 bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, baik di kota maupun di desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Poros Pinrang-Rappang yang Baru Diaspal Berlubang Bahayakan Pengendara, Sudah Telan Korban Kecelakaan
Pastikan Kesiapan Kontingen Menuju Penas XVII, Sekda Sidrap Pimpin Rapat Pemantapan
Polsek Pitu Riase Sapa Sekolah, Salurkan Bantuan Alat Olahraga ke SD Negeri 6 Batu
Kasus Kreator Konten Turki,Ketua PWI Sulsel: Negara Wajib Lindungi Generasi Muda dari Industri Pornografi Global
KPU ENREKANG SOSIALISASIKAN PEMUTAKHIRAN DATA PARTAI POLITIK SECARA BERKELANJUTAN.
Koperasi KIM Protes Kenaikan Potongan TBS di PKS PT TWP, Minta Transparansi
Bupati Syaharuddin Alrif Raih Disway Top Regional Leader Awards 2026 atas Kinerja Ketahanan Pangan
Disperindag Sidrap Tegas: Gas Melon Khusus Rumah Tangga, Bukan Pengusaha
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:32 WITA

Piala Dunia 2026: TVRI Harusnya Milik Publik, Mengapa Malah Menjadi Komoditas?

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:24 WITA

Jalan Poros Pinrang-Rappang yang Baru Diaspal Berlubang Bahayakan Pengendara, Sudah Telan Korban Kecelakaan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:33 WITA

Pastikan Kesiapan Kontingen Menuju Penas XVII, Sekda Sidrap Pimpin Rapat Pemantapan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:23 WITA

Polsek Pitu Riase Sapa Sekolah, Salurkan Bantuan Alat Olahraga ke SD Negeri 6 Batu

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:33 WITA

Kasus Kreator Konten Turki,Ketua PWI Sulsel: Negara Wajib Lindungi Generasi Muda dari Industri Pornografi Global

Berita Terbaru