Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

- Redaktur

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, Makassar, 14 Juni 2026 – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya peran media massa dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial.

Hal itu disampaikannya dalam bincang-bincang bersama sejumlah media di Makassar yang turut dihadiri Ketua PWI Sulawesi Selatan terpilih, Suwardi Thahir, Ahad (14/6/2026).

Menurut Menag, media arus utama atau mainstream saat ini telah menunjukkan tingkat kematangan dan kedewasaan dalam menyajikan informasi kepada publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai masyarakat dapat membedakan antara pemberitaan yang disajikan media profesional dengan informasi yang beredar di media sosial yang belum tentu melalui proses verifikasi.

β€œMedia kita sudah sangat matang dan dewasa. Karena itu masyarakat bisa membedakan antara pemberitaan yang dibaca di media mainstream dengan yang beredar di media sosial,” ujar Nasaruddin.

Ia menekankan bahwa media, termasuk media sosial, seharusnya berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa, bukan sebaliknya menjadi sarana yang memicu perpecahan hanya demi mengejar popularitas atau sensasi.

β€œMedia sosial harus menjadi perekat, pemersatu bangsa dan pemersatu Indonesia. Jangan sampai karena mengejar pemberitaan yang dianggap seksi, justru mengorbankan persatuan dan kesatuan kita. Yang rugi adalah kita semua, termasuk para wartawan,” katanya.

Nasaruddin mengajak insan media untuk tetap berpegang pada idealisme jurnalistik dengan mengedepankan kepentingan bangsa. Menurutnya, media tidak boleh hanya berisi pujian, tetapi juga harus memberikan kritik yang konstruktif dan berimbang.

Baca Juga:  Sapi Inseminasi Buatan Milik Peternak Sidrap Diusulkan untuk Kurban Presiden

β€œKalau hanya memberikan pembenaran tanpa kritik, itu juga bukan media yang kritis. Kita perlu asas keseimbangan. Apa yang perlu diperbaiki disampaikan secara wajar dengan bahasa yang baik, tetapi juga harus memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang memang sudah berjalan baik,” ujarnya.

Menag menilai media memiliki peran strategis dalam membangun cara pandang masyarakat yang objektif. Dengan pemberitaan yang berimbang, masyarakat dapat memahami mana kebijakan yang patut diapresiasi dan mana yang masih membutuhkan perbaikan.

Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi Indonesia saat ini yang dinilainya memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dari sisi ekonomi, stabilitas nasional, hingga kerukunan masyarakat, Indonesia disebut berada dalam posisi yang sangat baik.

β€œIndonesia sekarang memiliki potensi yang luar biasa. Dari segi perekonomian, stabilitas nasional, hingga kerukunan masyarakat. Bahkan menurut berbagai data, kita berada pada salah satu puncak kerukunan yang belum pernah terjadi sejak republik ini merdeka,” ungkapnya.

Karena itu, Nasaruddin berharap media mainstream terus memainkan peran sebagai penjaga objektivitas dan penguat optimisme bangsa. Hal-hal yang sudah baik perlu dipertahankan dan dikembangkan, sementara berbagai kekurangan harus diperbaiki secara bersama-sama.

β€œYang baik perlu kita teruskan, yang kurang baik perlu kita perbaiki bersama. Dengan demikian, Indonesia dapat terus melangkah menjadi negara besar yang maju dan tetap menjaga persatuan di tengah keberagamannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Pura-pura Belanja Emas, Wanita Ini Curi Gelang di Dua Pasar Sidrap β€” Akhirnya Tertangkap
Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda
Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.
Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Nurkanaah Tekankan Pentingnya Data Akurat
Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen
KDRT di Sidrap: Pertengkaran Sepele Berujung Luka di Mata dan Pipi, Suami Ditangkap di Tempat Kerja
Aktivitas Nyaman, Polres Sidrap Gelar Patroli Kamtibmas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:24 WITA

Modus Pura-pura Belanja Emas, Wanita Ini Curi Gelang di Dua Pasar Sidrap β€” Akhirnya Tertangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:45 WITA

Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen

Berita Terbaru