Infobuzzpress.com, MAKASSAR – Dosen sekaligus Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Suharman, dinyatakan lulus dalam ujian promosi doktor pada Program Studi Ilmu Pertanian Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS), Rabu (8/7/2026).
Disertasinya menawarkan pendekatan baru dalam budidaya bawang merah melalui pemanfaatan bakteri lokal pemacu pertumbuhan tanaman atau Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang diisolasi dari lahan karst Kabupaten Enrekang.
Dalam ujian doktor tersebut, Suharman mempertahankan disertasi berjudul “Eksplorasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai Pemacu Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Lahan Karst Enrekang.” Penelitian itu menyoroti pemanfaatan mikroba lokal sebagai alternatif untuk meningkatkan produktivitas bawang merah sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Disertasi tersebut dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Fachirah Ulfa, M.P. sebagai promotor, Prof. Dr. Sc. Agr. Ir. Baharuddin sebagai ko-promotor, dan Dr. Ir. Katriani Mantja, M.P. sebagai ko-promotor. Tim promotor mendampingi penelitian sejak tahap eksplorasi mikroba di kawasan perakaran tanaman, seleksi isolat unggul, identifikasi molekuler, hingga pengujian aplikasinya pada tanaman bawang merah.2
“Melalui eksplorasi mikroba lokal dari rhizosfer bawang merah di Enrekang, kami berhasil mengidentifikasi 112 isolat bakteri, kemudian mengarakterisasi 60 isolat, dan menyeleksi 23 isolat yang memiliki potensi sebagai biostimulan, biofertilizer, dan bioprotektan,” ucapnya.
Isolat-isolat tersebut diketahui mampu menghasilkan hormon pertumbuhan, membantu fiksasi nitrogen, melarutkan fosfat, memproduksi siderofor, hingga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap gangguan biologis, lanjutnya.
Hasil pengujian laboratorium, isolat tersebut menunjukkan kemampuan paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan bawang merah, mulai dari tinggi tanaman, jumlah daun, perkembangan akar, hingga biomassa tanaman, terangnya.
Lebih lanjut, Suharman mengungkapkan bahwa hasil dari analisis molekuler menunjukkan TP49 memiliki kemiripan dengan Bacillus flexus, bakteri yang dikenal memiliki potensi sebagai agen hayati pemacu pertumbuhan tanaman.
Selain menghasilkan inovasi yang aplikatif, sebagian hasil penelitian Suharman telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, antara lain International Journal of Agriculture and Biosciences yang terindeks Scopus Q1 serta Brazilian Journal of Biology yang terindeks Scopus Q2.
Publikasi tersebut memperkuat kontribusi ilmiah riset mengenai pengembangan PGPR sebagai teknologi hayati untuk pertanian berkelanjutan.
Menurut Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang, Dr. Drs. H. Syawal Sitonda, M.Ag bahwa capaian akademik ini menjadi tambahan prestasi dosen sekaligus memperkuat kapasitas riset institusi dalam bidang pertanian.
“Ke depan, hasil penelitian dari Dr. Suharman diharapkan dapat dilanjutkan pada tahap uji multilokasi, pengembangan formulasi bioinput, hingga hilirisasi teknologi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh petani bawang merah,” ucapnya.
Dengan selesainya Suharman promosi doktor, UNIMEN telah memiliki 23 orang dosen yang telah berkualifikasi doktor. Saat ini, puluhan dosen UNIMEN lain juga tengah menempuh studi doktoral di berbagai perguruan tinggi terkemuka di dalam maupun luar negeri. (*)









