Satu Bulan Memimpin Satnarkoba Sidrap, AKP Andri Kurniawan Langsung Tancap Gas: 38 Tersangka, 88 Gram Sabu dan 167 Butir Ekstasi

- Redaktur

Rabu, 2 September 2026 - 13:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZRESS.COM, SIDRAP — Satu bulan pertama kepemimpinan AKP Andri Kurniawan, STK, S.H., S.I.K., sebagai Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Sidrap menyisakan catatan yang cukup menonjol. Bukan hanya dari jumlah pengungkapan yang tercatat, melainkan juga dari semangat dan ritme kerja yang segera terbangun di jajaran anggota.

Dalam kurung waktu sekitar satu bulan, Satnarkoba Polres Sidrap berhasil mengamankan 38 orang tersangka. Sementara itu, barang bukti yang berhasil disita mencapai 88 gram sabu-sabu dan 167 butir ekstasi. Angka-angka tersebut menjadi bukti bahwa mesin penindakan di bawah kepemimpinannya bergerak dengan cepat dan agresif.

Namun, capaian tersebut tidak mungkin diwujudkan semata-mata atas kemampuan seorang pemimpin satuan. Di balik setiap pengungkapan yang berhasil dilakukan, terdapat kerja menyeluruh dari para anggota yang melakukan pemetaan wilayah, pengumpulan informasi, penyelidikan hingga penangkapan, pemeriksaan barang bukti, hingga pengembangan perkara yang saling tersambung. Oleh karena itu, catatan satu bulan ini pantas dipandang bukan sekadar sebagai keberhasilan pribadi AKP Andri Kurniawan, melainkan sebagai awal capaian sebuah tim yang sedang membangun pola kerja baru yang lebih padu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

AKP Andri Kurniawan datang ke Sidrap membawa pengalaman panjang di bidang penyelidikan. Sebelumnya, ia dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar. Perwira kelahiran Surabaya dan lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2015 ini membawa pengalaman yang sangat berharga saat menghadapi karakteristik perkara narkotika yang berbeda dari tindak pidana konvensional.

Dalam penanganan narkotika, perkara tidak berhenti pada pelaku yang tertangkap. Di balik itu masih terdapat jaringan, pemasok, pengedar, hingga pembeli dengan pola komunikasi dan jalur distribusi yang terus berubah. Kemampuan membaca pola tersebut menuntut tidak hanya keahlian individu, tetapi juga kemampuan membangun kerja sama tim yang solid. Di sinilah gaya kepemimpinan AKP Andri mulai terlihat: menyatukan kekuatan setiap anggota menjadi satu kekuatan besar.

Sebagus apa pun strategi yang disusun oleh seorang pemimpin, tidak akan berarti tanpa dukungan personel yang mampu menerjemahkannya di lapangan. Angka 38 tersangka dalam waktu satu bulan membuktikan bahwa koordinasi antara pimpinan satuan dan penyidik di lapangan berjalan dengan baik dan efektif. AKP Andri tidak bekerja sendirian, ia bergerak bersama tim, turun langsung memahami situasi di lapangan, bukan sekadar memberi perintah dari balik meja.

Kekompakan semacam ini menjadi sangat krusial dalam penanganan perkara narkotika. Satu informasi kecil yang tepat bisa menentukan arah seluruh pengungkapan. Satu nama yang berhasil dilacak dapat mengantar penyidik kepada nama berikutnya. Satu transaksi yang terbongkar bisa membuka akses kepada jaringan yang jauh lebih besar. Bahkan, satu tersangka yang diamankan kerap kali bukan menjadi akhir perkara, melainkan justru menjadi pintu masuk bagi pengembangan kasus yang lebih luas.

Baca Juga:  Lestarikan Budaya Nasional, JMSI Sidrap Gelar Lomba Fashion Wastra Glamour Sidrap 2026

Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan juga menyiratkan pesan penting. 88 gram sabu-sabu dan 167 butir ekstasi bukan sekadar angka yang dicatat dalam laporan administrasi. Di balik setiap gram dan butirnya, terdapat potensi kerusakan yang berhasil dicegah sebelum narkotika itu menyebar lebih luas di tengah masyarakat.

Karena itu, angka-angka tersebut sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai ukuran keberhasilan penindakan. Lebih dari itu, angka tersebut juga menjadi cerminan betapa besarnya pekerjaan rumah pemberantasan narkotika yang masih harus diselesaikan di wilayah Sidrap. Semakin aktif jaringan narkotika bergerak, semakin cepat pula aparat harus melangkah untuk mendahuluinya.

Bagi AKP Andri Kurniawan, Sidrap merupakan wilayah tugas yang baru setelah sebelumnya bertugas di lingkungan Polres Pelabuhan Makassar. Perpindahan ini sekaligus menuntut kemampuannya membaca karakteristik wilayah yang berbeda. Namun, catatan satu bulan pertama memberikan sinyal kuat bahwa ia tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi — baik dengan wilayah tugas maupun dengan jajaran personel yang dipimpinnya.

Ia memilih bergerak bersama para anggota, memahami kondisi langsung di lokasi kejadian, karena menyadari bahwa keberhasilan penyelidikan pada akhirnya ditentukan oleh apa yang terjadi di lapangan, bukan sekadar di atas kertas laporan.

Tentu saja, waktu satu bulan belum cukup untuk menarik kesimpulan menyeluruh mengenai kinerja seorang pemimpin satuan. Namun, angka 38 tersangka, 88 gram sabu-sabu, dan 167 butir ekstasi merupakan catatan awal yang patut diperhitungkan. Yang paling menonjol bukanlah sekadar besarnya angka tersebut, melainkan fakta bahwa capaian itu lahir dari kerja sama tim yang mulai padu.

Di satu sisi, masyarakat tentu berharap semakin banyak jaringan peredaran narkotika yang berhasil diputus. Namun di sisi lain, tingginya angka pengungkapan sekaligus mengingatkan kita bahwa perjuangan membersihkan Sidrap dari narkotika masih berjalan jauh. Keberhasilan terbesar bukanlah ketika daftar nama tersangka semakin panjang, melainkan ketika rantai peredaran semakin pendek, jaringan pengedar semakin sulit bergerak, dan narkotika semakin sulit menjangkau masyarakat luas.

Satu bulan pertama kepemimpinan AKP Andri Kurniawan memberikan satu hal yang jelas: pemimpinnya baru, namun timnya langsung menemukan ritme kerja yang tepat. Dan angka 38 tersangka itu menjadi penanda awal yang baik, sekaligus motivasi untuk terus melangkah lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda
Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.
Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Nurkanaah Tekankan Pentingnya Data Akurat
Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen
KDRT di Sidrap: Pertengkaran Sepele Berujung Luka di Mata dan Pipi, Suami Ditangkap di Tempat Kerja
Aktivitas Nyaman, Polres Sidrap Gelar Patroli Kamtibmas
Resmi Diumumkan! Berikut Jadwal Pelantikan dan Susunan Pengurus PWI Sulsel 2026–2031
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:45 WITA

Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Nurkanaah Tekankan Pentingnya Data Akurat

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:31 WITA

KDRT di Sidrap: Pertengkaran Sepele Berujung Luka di Mata dan Pipi, Suami Ditangkap di Tempat Kerja

Berita Terbaru