Petani Botto Syukuri Hasil Panen, Rayakan Mappadendang di Tengah Kemarau El Nino

- Redaktur

Senin, 14 September 2026 - 14:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, Sidrap — Warga Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menggelar pesta panen raya “Mappadendang“, Senin (14/9/2026). Tradisi tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen musim tanam kedua di tengah tantangan musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif hadir di tengah warga dalam acara tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari momentum syukuran atas hasil panen yang diperoleh para petani.

Meski menghadapi kondisi kekeringan, sebagian besar lahan persawahan di Desa Botto tetap mampu menghasilkan panen padi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syaharuddin mengatakan, Mappadendang merupakan tradisi masyarakat yang menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.

“Mappadendang ini merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap hasil panen yang telah kita dapatkan,” ujar Syaharuddin.

Ia menyampaikan, dari total luas lahan persawahan di Desa Botto yang mencapai 1.073 hektare, sebanyak 1.036 hektare berhasil dipanen. Sementara 37 hektare lahan mengalami gagal panen.

Baca Juga:  AMPAS KELAPA JADI OLAHAN PANGAN INOVATIF, DUKUNG KONSEP GREEN SUPERMARKET SEJATI MART

Menurutnya, lahan yang gagal panen tersebut merupakan sawah tadah hujan yang cukup rentan terhadap kondisi kekeringan.

“Dari total 1.073 hektare, yang gagal panen hanya 37 hektare. Itu pun sawah tadah hujan. Sementara, sebanyak 1.036 hektare berhasil panen dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per hektare,” jelasnya.

Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat Desa Botto, terutama para petani, di tengah tantangan musim kemarau. Hasil panen yang cukup tinggi juga menunjukkan produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.

Syaharuddin berharap tradisi mappadendang terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan rasa syukur atas hasil pertanian yang diperoleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BI dan PWI Sulsel Bahas Perkembangan Ekonomi Hingga Pentingnya Manajemen Risiko
Pemkab Enrekang, Baznas dan Bank Sulselbar Gelar Rapat Teknis Penguatan ZIS-DSKL.
Pemkab Enrekang Gaet Jasindo Asuransikan 1.500 Hektare Lahan Padi dan Jagung
Sumber Air Baku PDAM Menipis, Diskominfo Enrekang Salurkan Air Bersih Untuk Warga.
Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Polres Sidrap Tangkap Pelaku Sobis di Balikpapan
Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Skill, Bupati Enrekang Secara Resmi Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 5.
Bupati Enrekang Hadiri Pelepasan Secara Simbolis Distribusi Bantuan Produk Susu Bagi Masyarakat di 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Jaga Hasil Panen, Bhabinkamtibmas Pantau Ketersediaan Air Irigasi di Maritengngae
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:14 WITA

BI dan PWI Sulsel Bahas Perkembangan Ekonomi Hingga Pentingnya Manajemen Risiko

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:13 WITA

Pemkab Enrekang, Baznas dan Bank Sulselbar Gelar Rapat Teknis Penguatan ZIS-DSKL.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:11 WITA

Pemkab Enrekang Gaet Jasindo Asuransikan 1.500 Hektare Lahan Padi dan Jagung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:40 WITA

Sumber Air Baku PDAM Menipis, Diskominfo Enrekang Salurkan Air Bersih Untuk Warga.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:14 WITA

Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Polres Sidrap Tangkap Pelaku Sobis di Balikpapan

Berita Terbaru