Infobuzzpress.com, SIDRAP — Event Fashion Wastra Glamor Sidrap 2026 untuk pertama kalinya digelar oleh Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu malam, 8 Agustus 2026, di depan Monumen Ganggawa (Mogan), Sidrap. Mendapat Perhatian dan simpatik dari warga ,Pasalnya hingga larut malam mereka rela menyaksikan acara hingga selesai
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kain wastra lokal maupun Nusantara melalui panggung fashion, sekaligus membuka ruang bagi pelaku kreatif untuk menampilkan karya mereka.
Pelopor Wastra Glamor Sidrap 2026, Sumiati, SH, yang merupakan salah satu jurnalis Sidrap dan tergabung dalam JMSI, mengatakan ide pelaksanaan event tersebut berawal dari pengalamannya mengunjungi sejumlah kegiatan wastra di berbagai daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari pengalaman saya mengunjungi beberapa event wastra di daerah, saya kemudian bertanya, kenapa Sidrap tidak pernah melaksanakan kegiatan seperti ini. Dari pengalaman yang sedikit terkait event wastra, saya kemudian berkoordinasi dengan teman-teman di JMSI dan mengajukan gagasan agar JMSI bisa tampil melaksanakan event wastra,”dan Alhamdulillah ketua JMSI sidrap Syafruddin wela yang lebih dikenal Sefa sangat merespon sehingga saya langsung kordinasi dengan BEE manajemen salah satu agensi model terkait teknisinya ujar Sumiati.
Menurutnya, sejak awal pihaknya ingin mengangkat ciri khas Sidrap melalui wastra yang ditampilkan. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum adanya identitas kain khas Sidrap yang benar-benar dikenal luas seperti daerah lain.
“Kita tadinya ingin mengangkat ciri khas Sidrap, tetapi kami masih bingung sebenarnya kain apa yang menjadi ciri khas Sidrap. Di beberapa daerah, mereka menampilkan wastra daerah masing-masing, seperti wastra sutra Sengkang dengan coraknya, wastra Mandar dengan corak kotak-kotaknya, begitu juga Makassar,” jelasnya.
Karena itu, kata Sumiati, JMSI Sidrap ke depan akan berupaya mendorong lahirnya karya wastra yang dapat menjadi identitas dan ciri khas Kabupaten Sidenreng Rappang.
“Kedepannya JMSI akan berupaya menampilkan hasil karya dan ciri khas Sidrap dalam event-event besar,” katanya.
Ia menyebut pelaksanaan perdana Wastra Glamor Sidrap menjadi langkah awal untuk memperkenalkan keberadaan wastra lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara kepada masyarakat Sidrap.
“Kami bersyukur dengan event tadi malam. Wastra Glamor ini merupakan awal perkenalan wastra lokal dan Nusantara,” ujarnya.
Sumiati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Sidrap yang telah mendukung dan mensupport kegiatan kami,” ungkapnya.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan event perdana tersebut. Namun, hal itu akan menjadi bahan evaluasi bagi panitia pelaksana untuk penyelenggaraan berikutnya.
“Mungkin ada kekurangan dari panitia pelaksana, dalam hal ini JMSI Sidrap akan melakukan evaluasi ke depan. Semoga event ini bisa kami laksanakan setiap tahun dengan hasil karya Sidrap yang paten dan benar-benar menjadi ciri khas daerah,” pungkasnya.
Dalam event ini peserta datang dari berbagai daerah disulawesi selatan dan Sulawesi Barat ini membuktikan kecintaan Masyarakat terhadap kain lokal sederhana namun setelah didesain sedemikian rupa maka layak untuk di pertandingan kan baik lokal maupun nasional dan internasional









