Infobuzzpress.com, Enrekang – Penerimaan dana zakat dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Enrekang disebut menyusut hingga menyisakan sekitar 20 persen dibanding periode sebelumnya.
Kondisi itu diungkapkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang, dr. H. Siswandi Mazmur, usai dirinya dan empat pimpinan lainnya dilantik oleh Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga.
Kami ini baru mempelajari kondisi BAZNAS Enrekang. Dana yang masuk sekarang tidak sama dengan kondisi sebelum saya menjabat. Dana dari PNS Enrekang sekarang tinggal sekitar 20 persen,ā ujar Siswandi beberapa waktu lalu, Kamis (16/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan realitas itu, Siswandi menegaskan, pihaknya tak bisa memaksakan pola penyaluran bantuan seperti yang dijalankan kepengurusan sebelumnya.
Kalau kita samakan dengan BAZNAS Enrekang yang lalu, bisa-bisa nanti ada bantuan yang mandek. Karena itu kami harus menyesuaikan program dengan kemampuan dana yang ada,ā tegasnya.
Siswandi menyebut, lima pimpinan BAZNAS Enrekang yang baru dilantik saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi mencakup tata kelola penerimaan hingga skema penyaluran zakat, infak, dan sedekah.
Kami baru dilantik. Fokus kami sekarang membenahi tata kelola, memetakan kemampuan keuangan BAZNAS, dan memastikan setiap rupiah dana yang masuk benar-benar tersalurkan kepada yang berhak secara tepat sasaran,ā ucapnya.
Kendati menghadapi tantangan penurunan penerimaan, Siswandi mengajak masyarakat, khususnya para muzaki, untuk tetap menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Enrekang. Menurut dia, semakin besar dana yang terhimpun, semakin banyak masyarakat kurang mampu yang dapat terbantu melalui program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Penurunan penerimaan dana zakat dari ASN itu menjadi pekerjaan rumah pertama bagi kepengurusan baru BAZNAS Enrekang. Sejumlah program bantuan bagi mustahik pun disebut akan disesuaikan agar tetap berjalan tanpa hambatan. (*)









