Resmi Diluncurkan! Festival Etnik Religi Tolikara 2026 Jadi Agenda Tahunan Pemkab Tolikara

- Redaktur

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZPRESS.COM, TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara menandai babak baru pelestarian budaya dan sejarah kekristenan dengan resmi meluncurkan Festival Etnik Religi Tolikara 2026. Launching yang dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., berlangsung khidmat dan meriah di Aula BAPPEDA Kabupaten Tolikara, Igari, Selasa (21/7/2026).

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 ini digagas sebagai momentum untuk mengenang sejarah masuknya Injil di Lembah Tolikara sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat. Rangkaian launching diawali dengan ibadah singkat, pengukuhan panitia, serta penampilan budaya yang menggambarkan perjalanan masuknya Injil ke Tanah Tolikara.

Suasana semakin semarak ketika 100 pemain ukulele yang terdiri dari siswa-siswi sekolah di Kota Karubaga tampil membawakan pujian dan lagu-lagu rohani. Penampilan tersebut menjadi simbol dukungan generasi muda terhadap penyelenggaraan festival perdana yang mengusung harmoni antara nilai religius dan kekayaan budaya lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Atenius Yikwa, S.Th., M.Th. yang menyampaikan firman Tuhan dari 1 Petrus 4:10–11 dengan tema “Melayani Tuhan Melalui Karunia.” Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh panitia dan masyarakat untuk melayani Tuhan dengan talenta yang dimiliki serta bekerja dengan penuh tanggung jawab demi menyukseskan Festival Etnik Religi yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Tolikara.

Usai ibadah, Bupati Willem Wandik secara resmi mengukuhkan Panitia Festival Etnik Religi Tolikara 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa festival tersebut akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Tolikara yang diselenggarakan setiap bulan Agustus sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah masuknya Injil sekaligus upaya menjaga kelestarian budaya masyarakat Tolikara.

Baca Juga:  Koperasi KIM Protes Kenaikan Potongan TBS di PKS PT TWP, Minta Transparansi

“Festival ini akan menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Agustus. Budaya dan agama adalah dua hal yang saling melengkapi dan saling mendukung dalam kehidupan masyarakat. Iman tanpa budaya akan terasa kering,” ujar Willem Wandik.

Bupati menjelaskan, Festival Etnik Religi Tolikara 2026 akan menghadirkan tiga atraksi utama yang menjadi ikon penyelenggaraan tahun ini, yakni Tarian Kolosal Masuknya Injil di Lembah Tolikara, Lendawi (Tradisi Ratapan) sebagai warisan budaya masyarakat, serta Atraksi Tandem Paralayang yang diharapkan menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan potensi alam Tolikara kepada masyarakat luas.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, Willem Wandik juga meminta Ketua Panitia, Son Imbiri, segera menyusun jadwal pelaksanaan dan mematangkan seluruh persiapan sejak dini.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para leluhur dan para pembawa Injil yang telah meletakkan dasar kehidupan iman masyarakat Tolikara.

“Festival ini kami persembahkan untuk menghormati para orang tua kami yang telah menerima Injil dengan sukacita, serta para pembawa Injil yang telah datang membawa terang keselamatan ke Tanah Tolikara. Dari Tolikara, pelayanan Gereja Injili GIDI kemudian berkembang ke berbagai daerah lainnya,” ungkapnya.

Melalui Festival Etnik Religi Tolikara 2026, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap generasi muda semakin mencintai budaya lokal, menghargai sejarah masuknya Injil, serta memperkuat nilai-nilai keimanan sebagai fondasi kehidupan masyarakat. Festival ini juga diharapkan menjadi destinasi wisata budaya dan religi yang mampu memperkenalkan Tolikara kepada Indonesia, bahkan dunia, sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya, sejarah, dan kehidupan spiritual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare
Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’
Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi
Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi
Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah
Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional
Pesma 2026 Berakhir, Ini Kesan Maba UMS Rappang Asal Enrekang dan Kalimantan Utara, Ada yang Termotivasi dengan Bupati Sidrap
Penutupan Pesma 2026, Pemkab Sidrap: UMS Rappang Punya Peran Penting Dorong Kemajuan Daerah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:03 WITA

Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08 WITA

Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WITA

Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Berita Terbaru