KKN UMS Rappang Latih Ibu-ibu PKK Desa Mario Bikin Brownies Kukus untuk Dikembangkan Jadi Produk UMKM

- Redaktur

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

InfobuzPress.com, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar pelatihan pembuatan brownies kukus bagi ibu-ibu PKK Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pelatihan ini diarahkan untuk mendorong keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumahan.

Kegiatan berlangsung di kediaman Kepala Desa Mario, H. Andi Maesur, Dusun Mario, Kamis (6/8/2026). Sekitar 20 peserta mengikuti pelatihan yang juga melibatkan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (UNHAS).

Kegiatan mengusung tema “Pelatihan Pembuatan Brownies Kukus” dengan fokus pada peningkatan pendapatan UMKM Desa Mario melalui produksi dan pemasaran brownies kukus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa KKN UMS Rappang menghadirkan Chef Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, sebagai instruktur.

Chef Damayanti memberikan materi sekaligus mendemonstrasikan secara langsung tahapan pembuatan brownies kukus. Peserta diajarkan mulai dari mengenali bahan, teknik penimbangan, pencampuran adonan, pengolahan bahan, hingga teknik pengukusan.

“Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membuat brownies kukus. Masyarakat dapat mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai jual dengan memperhatikan kualitas, inovasi, kemasan, penetapan harga, dan strategi pemasaran,” kata Damayanti.

Setelah demonstrasi, peserta diberi kesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan brownies kukus. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pengukusan.

Peserta juga berdiskusi mengenai peluang brownies kukus dikembangkan sebagai produk usaha rumahan. Produk tersebut dinilai dapat dipasarkan di lingkungan sekitar maupun melalui platform digital.

Baca Juga:  Menag: Media Harus Jadi Perekat Persatuan dan Penjaga Keseimbangan Informasi

Damayanti mengatakan brownies kukus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk UMKM karena proses produksinya relatif mudah. Selain itu, produk dapat dikreasikan melalui berbagai varian rasa, bentuk, dan kemasan.

“Yang penting bukan hanya bisa membuat produknya, tetapi bagaimana produk itu memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., Koordinator Desa (Kordes) Kelvin Surya Dharmadhi, serta Kepala Desa Mario H. Andi Maesur.

Kegiatan juga melibatkan ibu-ibu PKK Desa Mario dan mahasiswa KKN UNHAS sebagai bagian dari kolaborasi pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMS Rappang berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat menggali potensi ekonomi desa.

Transfer keterampilan melalui praktik langsung diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pangan secara mandiri.

Pelatihan brownies kukus ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan produk UMKM Desa Mario. Dengan inovasi produk, kemasan yang menarik, strategi pemasaran, serta pendampingan berkelanjutan, brownies kukus berpeluang menjadi salah satu produk usaha masyarakat desa.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen KKN UMS Rappang dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan, kreativitas, dan kewirausahaan yang sesuai dengan potensi desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare
Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’
Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi
Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi
Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah
Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional
Pesma 2026 Berakhir, Ini Kesan Maba UMS Rappang Asal Enrekang dan Kalimantan Utara, Ada yang Termotivasi dengan Bupati Sidrap
Penutupan Pesma 2026, Pemkab Sidrap: UMS Rappang Punya Peran Penting Dorong Kemajuan Daerah
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:03 WITA

Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08 WITA

Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WITA

Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Berita Terbaru