Jantung Pisang Naik Kelas, Tim UMS Rappang Dampingi BUMDes TP Mandiri Kembangkan Produk Pangan Bernilai Ekonomi

- Redaktur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, SIDRAP — Jantung pisang yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kini mulai diolah menjadi produk pangan bernilai tambah.

Upaya tersebut dilakukan tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) melalui program bertajuk “Pemberdayaan BUMDes melalui Solar Drying untuk Hilirisasi Pangan Nabati Bernilai Tambah Berbasis Wirausaha Sirkular”.

Program yang menyasar BUMDes TP Mandiri itu dilaksanakan dalam Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026.
Tim pelaksana diketuai Bahtiar Herman, S.E., M.M., dengan anggota Haslindah dan Astrina Nur Inayah. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan dalam proses pendampingan dan penerapan teknologi di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu hasil pengembangan dalam program tersebut yakni D’Jantung, produk dendeng berbahan dasar jantung pisang. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif pemanfaatan bahan pangan lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi BUMDes TP Mandiri.

Dikonfirmasi Selasa (18/08/2026) Ketua Tim Pengabdian UMS Rappang, Bahtiar Herman, mengatakan program tersebut tidak sekadar memperkenalkan produk olahan baru, tetapi diarahkan untuk membangun sistem produksi yang dapat dijalankan secara berkelanjutan oleh mitra.

“Kami ingin jantung pisang yang selama ini belum memiliki nilai ekonomi optimal bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Jadi, bukan hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun kemampuan BUMDes dalam mengelola proses produksi dan mengembangkan usahanya,” kata Bahtiar.

Menurutnya, pengembangan D’Jantung dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari formulasi produk, pelatihan pengolahan, pendampingan produksi, hingga pengemasan.
Tim juga memperkenalkan teknologi Solar Dryer Cabinet semi-portable untuk mendukung proses pengeringan produk. Teknologi tersebut memungkinkan proses pengeringan dilakukan dengan kondisi yang lebih terkendali dibandingkan metode pengeringan terbuka secara konvensional.

Penggunaan thermo-hygrometer digital turut diterapkan untuk membantu mitra memantau suhu dan kelembapan selama proses pengeringan.
Bahtiar menjelaskan penerapan teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi mutu produk.

Baca Juga:  Sawah Tadah Hujan Tetap Berproduksi Tinggi di Musim Kemarau: Petani Lagading Panen 11,3 Ton Gabah Berkat Pengelolaan Air Cerdas

“Teknologi pengeringan ini kami perkenalkan agar proses produksi lebih terkontrol, higienis, dan konsisten. Harapannya, mitra tidak bergantung pada cara konvensional, tetapi mampu menerapkan teknologi yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka,” jelasnya.


Program tersebut juga mengusung konsep wirausaha sirkular, yakni mendorong pemanfaatan bahan atau hasil samping pertanian yang sebelumnya kurang bernilai menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan pendekatan itu, pemanfaatan jantung pisang tidak hanya dilihat dari sisi pangan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan model usaha yang memanfaatkan potensi lokal secara lebih optimal.

Dalam pelaksanaannya, Astrina Nur Inayah yang memiliki kompetensi di bidang Teknologi Hasil Pertanian turut mendampingi proses transformasi produk dan standarisasi teknologi pengeringan. Sementara itu, Bahtiar Herman berfokus pada penguatan model usaha dan keberlanjutan BUMDes.

Pendampingan dilakukan secara bertahap agar mitra memahami seluruh rangkaian proses, mulai dari pengolahan bahan baku, formulasi produk, penggunaan teknologi pengeringan, hingga pengemasan.

Bahtiar berharap D’Jantung tidak berhenti sebagai produk hasil kegiatan pengabdian, tetapi dapat dikembangkan menjadi salah satu unit usaha produktif BUMDes TP Mandiri.

“Target akhirnya bukan sekadar pelatihan selesai atau produk berhasil dibuat. Kami ingin BUMDes mampu melanjutkan produksi secara mandiri, melihat peluang pasar, dan menjadikan produk ini sebagai bagian dari pengembangan usaha desa,” ujarnya.

Program pengabdian tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.

Melalui program ini, UMS Rappang mendorong agar potensi pangan lokal di Desa Timoreng Panua tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian usaha masyarakat melalui BUMDes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aniversary ke-9 Ormas S3: “Satu Hobi, Satu Solidaritas”, Ribuan Warga Meriahkan Adu Cek Sound di Massepe
Dapat Dukungan UMS Rappang, Kades Kalosi Alau Nyaris Teteskan Air Mata
Perkuat Mutu PPG, UMS Rappang Gelar Pengimbasan Penguji UKPPPG
FGD di Kalosi Alau, Tim Hiliriset UMS Rappang Siapkan Kompetisi Siberas, Desa Terbaik Bakal Dapat Hadiah ini
Dr Sam Hermansyah Dipercaya Bekali Calon Penguji UKPPG Guru 2026 di Makassar
Melirik Jejak Muhammad Yunus, Petani Sidrap yang Panen Saat Kemarau Menguji
Syaharuddin Alrif Buka Forum Perdagangan Antardaerah APKASI, Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Pangan Nasional
Diwawancarai TVOne, Bupati Sidrap Perkenalkan Produk Lokal di Apkasi Otonomi Expo 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:26 WITA

Aniversary ke-9 Ormas S3: “Satu Hobi, Satu Solidaritas”, Ribuan Warga Meriahkan Adu Cek Sound di Massepe

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:12 WITA

Dapat Dukungan UMS Rappang, Kades Kalosi Alau Nyaris Teteskan Air Mata

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:08 WITA

Perkuat Mutu PPG, UMS Rappang Gelar Pengimbasan Penguji UKPPPG

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:03 WITA

FGD di Kalosi Alau, Tim Hiliriset UMS Rappang Siapkan Kompetisi Siberas, Desa Terbaik Bakal Dapat Hadiah ini

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:54 WITA

Dr Sam Hermansyah Dipercaya Bekali Calon Penguji UKPPG Guru 2026 di Makassar

Berita Terbaru