Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

- Redaktur

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, Sidrap — Berkat program Listrik Masuk Sawah yang dilengkapi dengan pompa air, sejumlah lahan persawahan di wilayah tersebut tetap mendapatkan pasokan air sehingga petani masih dapat melakukan panen di tengah kondisi kemarau.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian, dan PT PLN.

Kehadiran fasilitas listrik dan pompa air menjadi salah satu upaya mendukung keberlanjutan produksi pertanian sekaligus membantu petani menghadapi dampak musim kemarau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data pertanian Kelurahan Kadidi, terdapat sekitar 120 hektare lahan yang dikelola oleh empat kelompok tani.

Dari luasan tersebut, sekitar 5,5 hektare terdampak kemarau, sementara 114,5 hektare lainnya masih dalam tahap persiapan panen.

Adapun lahan yang telah memasuki masa panen sementara mencapai sekitar 8 hektare, dengan produksi berkisar 5–8 ton per hektare dan pompanisasi OPLA nonrawa sebanyak 13 titik yang menggunakan listrik.

Baca Juga:  Bupati Syaharuddin Kunjungi Sekolah Terpencil di Tana Toro, Siapkan Beasiswa bagi Siswa Berprestasi

Ketua Gapoktan Asoka Kelurahan Kadidi, Muh. Amin Daif, menyampaikan rasa syukurnya atas manfaat program tersebut bagi para petani.

“Syukur Alhamdulillah, berkat adanya bantuan listrik masuk sawah lengkap dengan pompa air, masih bisa panen di tengah kemarau,” ujar Muh. Amin Daif.

Program Listrik Masuk Sawah tidak hanya membantu mengatasi keterbatasan air, tetapi juga memberikan harapan bagi petani agar produksi pertanian tetap berjalan.

Dengan dukungan infrastruktur pengairan dan kolaborasi berbagai pihak, lahan pertanian di Kelurahan Kadidi diharapkan mampu mempertahankan produktivitas meskipun menghadapi tantangan perubahan musim.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, Kementerian Pertanian, PLN, dan kelompok tani dapat memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Kabupaten Sidrap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare
Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’
Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi
Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi
Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional
Pesma 2026 Berakhir, Ini Kesan Maba UMS Rappang Asal Enrekang dan Kalimantan Utara, Ada yang Termotivasi dengan Bupati Sidrap
Penutupan Pesma 2026, Pemkab Sidrap: UMS Rappang Punya Peran Penting Dorong Kemajuan Daerah
Tutup Pesma 2026, Rektor UMS Rappang: Jangan Jadi Mahasiswa yang Menunggu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:03 WITA

Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08 WITA

Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WITA

Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Berita Terbaru