Infobuzzpress.com, Enrekang — Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Dr. Elihami, menegaskan bahwa kegiatan Pendidikan Alam Dasar dan Lingkungan bukan sekadar program biasa.
Menurut Elihami yang juga merupakan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Barisan Mahasiswa Pencinta Alam (UKM-BASMALA), program tersebut tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran, sikap, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang kontekstual. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung berinteraksi dengan alam,” ujar Elihami, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diajak memahami ekosistem secara langsung melalui pendekatan experiential learning. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas seperti eksplorasi lingkungan, observasi keanekaragaman hayati, hingga praktik konservasi.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga dipadukan dengan refleksi spiritual. Mahasiswa diarahkan untuk memahami hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta melalui ciptaan-Nya, sehingga menumbuhkan kesadaran ekologis yang berbasis nilai keislaman.
Elihami menjelaskan, program ini juga mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Bugis seperti Pappijeppu, yang menekankan pentingnya harmoni, keseimbangan, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Integrasi antara nilai lokal, spiritualitas Islam, dan literasi lingkungan menjadi ciri khas dari kegiatan ini,” jelasnya, Rabu (6/5/2026)
Selain itu, mahasiswa juga dibekali berbagai keterampilan dasar, mulai dari manajemen kegiatan lapangan, kepemimpinan, kerja tim, hingga kemampuan memecahkan masalah berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut didorong untuk melakukan aksi nyata di tengah masyarakat, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Seperti yang baru-baru ini dilaksanakan mahasiswa UNIMEN yang tergabung dalam UKM-BASMALA. Mereka menjadi garda terdepan dalam menerapkan langsung konsep pendidikan alam berbasis lingkungan dan kearifan lokal.
Elihami berharap, program Pendidikan Alam Dasar dan Lingkungan ini mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan kehidupan di bumi.
Ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi gerakan transformasi pendidikan yang menyatukan ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan kesadaran ekologis,” tutupnya. (*).









