Bupati Sidrap Gerak Cepat Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg: Kabag Ekonomi Muh. Haris Alimin Diperintahkan Temui Pertamina, Pasokan Ditambah Hingga 50 Persen Lebih

- Redaktur

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZPRESS.COM, SIDRAP – Menanggapi kelangkaan gas elpiji (LPG) 3 kilogram yang kian meresahkan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) serta lonjakan harga yang menyentuh angka Rp40.000 per tabung, Pemerintah Daerah langsung mengambil langkah tegas. Bupati Sidrap secara khusus memerintahkan Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah, Muh. Haris Alimin, untuk melakukan pertemuan langsung dengan pihak Pertamina guna mencari solusi cepat dan tuntas atas permasalahan yang mengganggu kebutuhan pokok rumah tangga ini.

Langkah ini diambil menyusul keluhan luas dari warga, terutama ibu rumah tangga, yang kesulitan mendapatkan gas untuk memasak. Kelangkaan ini diketahui terjadi beriringan dengan musim tanam padi, di mana permintaan melonjak tajam karena banyak petani yang menggunakan LPG 3 kg sebagai bahan bakar mesin pompa air untuk pengairan sawah, sehingga stok untuk kebutuhan rumah tangga tersedot habis dan harga melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500.

Muh. Haris Alimin yang telah ditugaskan memimpin koordinasi, menyampaikan hasil pembahasan dan rencana tindak lanjut yang disepakati bersama pihak terkait. Berikut rincian langkah konkret yang telah dan akan segera dilaksanakan:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Penambahan Pasokan Harian: Dalam kurun waktu 8 hingga 13 Juni 2026, telah disiapkan penambahan pasokan atau extra dropping sebanyak 6.520 tabung setiap harinya. Jumlah ini setara dengan 50,7 persen dari alokasi jatah harian biasa, dan akan didistribusikan secara proporsional kepada 6 agen utama yang beroperasi di wilayah Sidrap. Langkah ini dilakukan untuk segera menutup kekurangan stok yang terjadi di pasar.
  2. Penyaluran Tambahan Sebelumnya: Pada tanggal 1 Juni 2026 lalu, telah terealisasi penyaluran tambahan bersifat fakultatif sebanyak 13.240 tabung. Angka ini mencapai sekitar 102 persen dari target yang direncanakan saat itu, menunjukkan komitmen penyuplai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  3. Distribusi Khusus ke Wilayah Tertentu: Untuk menjamin ketersediaan hingga ke pelosok dan mengatasi keluhan di daerah yang aksesnya terbatas, tim pendistribusian akan turun langsung ke empat kecamatan, yaitu Watang Pulu, Maritengngae, Tellu Limpoe, dan Panca Lautang. Kegiatan penyerahan dan pemantauan di lokasi ini dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 12 Juni 2026.
  4. Pasar Murah Sesuai Kebutuhan: Pemerintah juga merencanakan menggelar pasar murah gas LPG 3 kg sebagai bentuk intervensi harga. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari dengan mengerahkan empat mobil distribusi setiap harinya. Pelaksanaannya akan disesuaikan sepenuhnya dengan kondisi di lapangan, terutama melihat tingkat keresahan dan kebutuhan mendesak masyarakat akan gas bersubsidi ini.
  5. Koordinasi Berkelanjutan: Muh. Haris Alimin menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi akan terus dijaga secara intens dengan pihak Pertamina. Hal ini penting agar pola distribusi dapat disesuaikan dengan dinamika kebutuhan, terutama saat musim tanam di mana permintaan dari sektor pertanian meningkat drastis, sehingga tidak lagi terjadi persaingan pasokan antara kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan usaha pertanian.
Baca Juga:  405 Wartawan Akan "Memutihkan" Gedung Fajar Graha Pena, Konferprov PWI Sulsel 2026 Siap Digelar: Dua Pasang Calon Bersaing Ketat

“Kami pastikan langkah-langkah ini segera dieksekusi agar stok kembali melimpah, dan harga bisa turun kembali ke angka wajar sesuai ketentuan,” ujar Muh. Haris Alimin.

Pemerintah berharap serangkaian upaya ini segera terasa dampaknya bagi masyarakat. Warga pun diminta turut mengawasi jalannya distribusi dan melaporkan jika masih ditemukan praktik penimbunan atau penjualan di atas harga yang ditetapkan. Hingga berita ini diturunkan, tim pemantau dari Bagian Ekonomi terus bergerak memantau ketersediaan di pangkalan-pangkalan resmi dan pasar tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fashion Wastra Glamour 2026: Perjuangan JMSI Sidrap Lahirkan Event Perdana yang Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan
Fashion Wastra Glamour 2026 Sukses Mengguncang Monumen Ganggawa, Berpotensi Jadi Agenda Tahunan Andalan Sidrap
PPG UMS Rappang Tingkatkan Kompetensi Mentor Pendamping Calon Guru
Baru Wisuda, Alumni Bisdig UMS Rappang Lolos MagangHub Kemnaker dan Diterima di Bank BTN, Ini Posisinya
Kapolres Sidrap Terkesan Sambutan dan Kemajuan UMS Rappang, Siap Perkuat Sinergi
Kapolres Sidrap Sambangi UMS Rappang, Rektor Apresiasi Dukungan Polri dan Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah
Mahasiswa KKN UMS Rappang Ajarkan Olahan Singkong Jadi MPASI Bernilai Gizi dan Ekonomi di Ciro Ciroe
Rangkaian HUT RI ke-81 Kecamatan Baranti Berjalan Meriah, Bupati Syaharuddin Apresiasi Kekompakan Warga
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:22 WITA

Fashion Wastra Glamour 2026: Perjuangan JMSI Sidrap Lahirkan Event Perdana yang Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:58 WITA

Fashion Wastra Glamour 2026 Sukses Mengguncang Monumen Ganggawa, Berpotensi Jadi Agenda Tahunan Andalan Sidrap

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:40 WITA

PPG UMS Rappang Tingkatkan Kompetensi Mentor Pendamping Calon Guru

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:32 WITA

Baru Wisuda, Alumni Bisdig UMS Rappang Lolos MagangHub Kemnaker dan Diterima di Bank BTN, Ini Posisinya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:26 WITA

Kapolres Sidrap Terkesan Sambutan dan Kemajuan UMS Rappang, Siap Perkuat Sinergi

Berita Terbaru