Bupati Willem Wandik di Paripurna DPRK Tolikara: Pembangunan Harus Dirasakan hingga Kampung Terpencil

- Redaktur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, Sidrap — TOLIKARA — Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., menghadiri penutupan Rapat Paripurna Triwulan III Tahun 2026 Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Tolikara yang berlangsung di Kantor Persidangan DPRK Kabupaten Tolikara, Jumat (21/8/2026).

Kehadiran Bupati Willem Wandik dalam rapat tersebut menjadi bagian penting dari sinergi Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama DPRK dalam menjalankan roda pemerintahan, pengawasan pembangunan, serta memastikan kebijakan daerah tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Rapat paripurna turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos., M.Si., M.A., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRK Tolikara, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tolikara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat tersebut, DPRK Tolikara membahas sejumlah agenda penting, terutama terkait laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tolikara Tahun Anggaran 2025.

Agenda tersebut mencakup pembahasan dan penetapan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tolikara atas pelaksanaan dan penggunaan APBD Kabupaten Tolikara Tahun Anggaran 2025.

DPRK juga membahas dan menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Tolikara terkait LKPJ Bupati atas pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Willem Wandik Tekankan Kemitraan Pemerintah dan DPRK

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Willem Wandik menekankan pentingnya hubungan kelembagaan yang sehat antara Pemerintah Daerah dan DPRK.

Menurutnya, pemerintah dan DPRK tidak boleh melihat satu sama lain sebagai pihak yang saling berhadapan. Keduanya harus membangun kemitraan kelembagaan yang saling mengimbangi, mengawasi, mengingatkan, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kritik juga merupakan bagian dari kehidupan pemerintahan. Yang paling penting, setiap perbedaan harus menghasilkan perbaikan, bukan perpecahan; memperkuat pemerintahan, bukan melemahkan persaudaraan,” pesan Willem Wandik.

Ia menegaskan, apabila terdapat kebijakan atau persoalan yang perlu dikritisi, penyampaiannya harus dilakukan melalui mekanisme kelembagaan dengan tetap mengedepankan kebenaran, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat.

Menurut Willem Wandik, kemitraan antara pemerintah dan DPRK harus diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik serta memastikan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Pembangunan Harus Menjangkau Kampung-Kampung

Bupati Willem Wandik juga mengingatkan bahwa pembangunan Kabupaten Tolikara tidak boleh hanya dirasakan di Karubaga maupun pusat-pusat distrik tertentu.

Kondisi geografis Tolikara yang menyebabkan banyak wilayah sulit dijangkau, kata dia, membutuhkan perhatian bersama agar masyarakat di kampung-kampung tetap memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan.

Pendidikan, kesehatan, transportasi udara perintis, listrik, air bersih, komunikasi, pembangunan ekonomi kampung, lapangan kerja bagi generasi muda, serta pelayanan pemerintahan yang cepat dan dekat dengan masyarakat menjadi bagian penting yang harus terus dikawal.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Kembali Percayakan UMS Rappang Gelar Tes Substantif PPG Calon Guru 2026

“Anak yang tinggal jauh di kampung mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Mama-mama di pegunungan mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Masyarakat di wilayah terpencil mempunyai hak yang sama terhadap transportasi, komunikasi, pelayanan pemerintahan, dan kesempatan ekonomi,” tegasnya.

Karena itu, Bupati berharap DPRK dapat terus menjalankan fungsi pengawasan secara konstruktif dan bersama-sama mengawal kebijakan pemerintah agar pembangunan semakin adil dan menyentuh kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Tolikara.

Jabatan Adalah Amanat

Willem Wandik juga mengingatkan seluruh penyelenggara pemerintahan dan anggota DPRK bahwa jabatan merupakan amanat yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, negara, dan masyarakat.

Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja secara jujur, terbuka, bertanggung jawab, serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan wakil yang hadir di dalam ruang sidang. Masyarakat membutuhkan wakil yang mau mendengar, turun melihat keadaan rakyat, memahami kesulitan di distrik dan kampung, kemudian membawa persoalan itu ke dalam pembahasan dan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Tolikara sebagai “honai bersama”. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh komponen, mulai dari pemerintah, DPRK, gereja, adat, perempuan, pemuda, intelektual, TNI, Polri hingga seluruh masyarakat.

“Tolikara tidak dapat dibangun oleh Bupati sendiri. Tolikara juga tidak dapat dibangun oleh DPRK sendiri. Kita membutuhkan pemerintah, DPRK, gereja, adat, perempuan, pemuda, intelektual, TNI, Polri, dan seluruh masyarakat untuk bekerja bersama dalam menjaga damai dan membangun negeri ini,” katanya.

Perkuat Pengawasan dan Pertanggungjawaban

Penutupan Rapat Paripurna Triwulan III Tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi DPRK dalam menjalankan pengawasan, pembahasan, dan penetapan kebijakan daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tolikara, proses tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa masa jabatan setiap pemimpin pada akhirnya akan berakhir. Namun, pembangunan yang adil, pelayanan kepada masyarakat, pemerintahan yang baik, dan persaudaraan harus menjadi warisan yang lebih panjang daripada masa jabatan.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga ruang dialog, merawat persaudaraan, dan memastikan setiap kebijakan yang dilahirkan benar-benar memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Kabupaten Tolikara.

“Tolikara akan maju bukan karena satu orang pemimpin. Tolikara akan maju apabila seluruh rakyat merasa memiliki, seluruh pemimpin mau melayani, dan Tuhan tetap menjadi pusat kehidupan kita,” pungkas Willem Wandik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Pura-pura Belanja Emas, Wanita Ini Curi Gelang di Dua Pasar Sidrap — Akhirnya Tertangkap
Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda
Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.
Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Nurkanaah Tekankan Pentingnya Data Akurat
Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen
KDRT di Sidrap: Pertengkaran Sepele Berujung Luka di Mata dan Pipi, Suami Ditangkap di Tempat Kerja
Aktivitas Nyaman, Polres Sidrap Gelar Patroli Kamtibmas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:24 WITA

Modus Pura-pura Belanja Emas, Wanita Ini Curi Gelang di Dua Pasar Sidrap — Akhirnya Tertangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:45 WITA

Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen

Berita Terbaru