IMM FAST UMS Rappang Gaungkan Pertanian Modern Lewat Dialog Kepemudaan dan Aksi Hijau

- Redaktur

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, SIDRAP – Pimpinan Komisariat (PIKOM) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menggelar Dialog Kepemudaan dan Aksi Hijau di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Selasa (4/8/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Rejuvenasi Peran Pemuda Tani Menuju Sidrap Lumbung Pangan Berkelanjutan” itu menjadi wadah untuk membangun kesadaran generasi muda agar kembali menaruh perhatian terhadap sektor pertanian sebagai pilar pembangunan daerah.


Acara dibuka oleh Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMS Rappang, Saifullah, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Wakil Rektor IV UMS Rappang, Dr. Drs. H. Syamsu T., S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sidrap.
Ketua PIKOM IMM FAST UMS Rappang, Anri, mengatakan kegiatan tersebut diikuti kader IMM dari berbagai fakultas di lingkungan UMS Rappang serta peserta dari organisasi kepemudaan di luar kampus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


Dialog menghadirkan tiga narasumber, yakni Kabid Perkebunan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidrap, Ghazali Tayyeb, Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., serta Ketua Umum PC IMM Sidrap, Rafliyansyah Marif, S.I.P.
Dalam sambutannya, Anri menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, melainkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan dalam menjawab tantangan regenerasi petani.


“Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun, pertanyaan besarnya adalah siapa yang akan melanjutkan sektor pertanian 20 hingga 30 tahun ke depan. Persoalan ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi tentang keberlanjutan pembangunan daerah,” ujarnya.


Menurutnya, semakin sedikit generasi muda yang tertarik terjun ke dunia pertanian. Padahal, tantangan perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga kebutuhan pangan nasional justru membutuhkan kehadiran anak muda yang inovatif dan kreatif.


Anri mengatakan, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi yang menaungi Program Studi Agribisnis, Agroteknologi, Peternakan, serta Teknologi Hasil Pertanian memiliki tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat.


“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa pertanian bukan pekerjaan masa lalu, tetapi profesi masa depan. Pertanian hari ini identik dengan inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.


Ia menambahkan, IMM meyakini mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Tutup Pesma 2026, Rektor UMS Rappang: Jangan Jadi Mahasiswa yang Menunggu


Karena itu, selain dialog, IMM FAST juga akan melaksanakan Aksi Hijau melalui program pembinaan desa sebagai bentuk implementasi dari hasil diskusi.
“Kami berharap kegiatan ini melahirkan kolaborasi, gerakan nyata, dan komitmen bersama untuk menjadikan pemuda sebagai penggerak pertanian berkelanjutan di Kabupaten Sidrap,” ucapnya.


Sementara itu, Kepala LPPI UMS Rappang, Saifullah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan bagian dari prioritas gerakan Muhammadiyah.


Ia menjelaskan Muhammadiyah memiliki komunitas Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang dibentuk oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai wadah edukasi dan pendampingan pertanian modern bagi warga persyarikatan.


“Harapan kami, mahasiswa mampu memberikan kontribusi pemikiran dan ilmu kepada para petani, sehingga kegiatan pertanian dapat berjalan lebih modern, produktif, dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih baik,” katanya.


Saifullah juga mengajak mahasiswa, khususnya yang berasal dari program studi pertanian, agar tidak ragu kembali ke sawah dan menjadi pelopor pertanian modern.


“Sekarang ini semangat generasi muda untuk bertani semakin berkurang. Padahal justru lulusan pertanianlah yang harus menjadi role model dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi dan berkelanjutan,” ujarnya.


Menurutnya, dialog tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang dapat mendukung pemerintah dalam mempertahankan Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional.


Dalam kesempatan itu, Saifullah juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad tentang pentingnya menanam, bahkan ketika hari kiamat telah tiba.


“Rasulullah bersabda, jika di tangan salah seorang di antara kalian masih ada bibit tanaman, maka tanamlah. Ini menunjukkan bahwa bertani merupakan pekerjaan yang sangat mulia karena memberikan manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.


Ia berharap hasil dialog mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan aksi nyata yang dapat diimplementasikan oleh mahasiswa bersama pemerintah dan masyarakat.


“Kami ingin lahir benang merah dari diskusi ini, berupa program-program nyata yang mampu memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan Sidrap sebagai lumbung pangan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya.


Dialog Kepemudaan dan Aksi Hijau tersebut ditutup dengan pembukaan resmi oleh Saifullah mewakili Wakil Rektor IV UMS Rappang, sekaligus mengajak seluruh peserta menjadikan forum tersebut sebagai titik awal lahirnya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan organisasi kepemudaan dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Sidrap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumber Air Baku PDAM Menipis, Diskominfo Enrekang Salurkan Air Bersih Untuk Warga.
Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Polres Sidrap Tangkap Pelaku Sobis di Balikpapan
Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Skill, Bupati Enrekang Secara Resmi Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 5.
Bupati Enrekang Hadiri Pelepasan Secara Simbolis Distribusi Bantuan Produk Susu Bagi Masyarakat di 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.
Jaga Hasil Panen, Bhabinkamtibmas Pantau Ketersediaan Air Irigasi di Maritengngae
Didampingi Langsung Bupati Syaharuddin, Kalosi Alau Jalani Penilaian Desa Berprestasi Nasional 2026
Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila.
Sinergi TNI–Polri Tetap Terjaga: Kapolres Sidrap Hadiri Peringatan HUT ke-81 TNI
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:40 WITA

Sumber Air Baku PDAM Menipis, Diskominfo Enrekang Salurkan Air Bersih Untuk Warga.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:14 WITA

Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Polres Sidrap Tangkap Pelaku Sobis di Balikpapan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:26 WITA

Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Skill, Bupati Enrekang Secara Resmi Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 5.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:21 WITA

Bupati Enrekang Hadiri Pelepasan Secara Simbolis Distribusi Bantuan Produk Susu Bagi Masyarakat di 24 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:38 WITA

Jaga Hasil Panen, Bhabinkamtibmas Pantau Ketersediaan Air Irigasi di Maritengngae

Berita Terbaru