Pemda Tolikara Prioritaskan SDM, Usung Konsep Otak, Iman, dan Kesehatan

- Redaktur

Senin, 20 April 2026 - 13:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobuzzpress.com, Tolikara – Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda terus mempercepat pembangunan daerah dengan pendekatan baru. Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, Pemda kini menitikberatkan keseimbangan antara pembangunan spiritual dan jasmani, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Hal itu disampaikan Bupati Willem Wandik usai penutupan Sidang Klasis Wina II Gereja Injili Di Indonesia yang berlangsung di Distrik Wina, Kamis (16/4/2026).

Wandik menegaskan, arah pembangunan Tolikara saat ini tidak lagi semata mengejar pembangunan fisik, melainkan menyasar fondasi utama manusia, yakni iman dan kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan harus dimulai dari manusianya. Kalau iman kuat dan masyarakat sehat, maka pembangunan fisik akan lebih bermakna dan berkelanjutan,” ujar Wandik.

Ia menyebut, strategi pembangunan tersebut dirangkum dalam konsep besar “membangun dari kampung ke kota, dari gereja ke masyarakat.” Konsep ini menjadi arah kebijakan Pemda dalam memastikan pembangunan menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat paling bawah.

Penguatan Pembangunan Spiritual

Dalam implementasinya, Pemda Tolikara mendorong penguatan pembangunan spiritual sebagai fondasi utama pembentukan karakter masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan serta memperkuat peran gereja di tengah masyarakat.

Dukungan tersebut diberikan kepada sejumlah sinode, di antaranya Gereja Injili Di Indonesia, Gereja Kristen Injili, Gereja Baptis Papua, serta Gereja Kemah Injil Indonesia.

Menurut Wandik, kegiatan rohani seperti ibadah, sekolah minggu, hingga pembangunan sarana gereja di distrik-distrik terpencil menjadi perhatian serius pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat di wilayah terpencil juga mendapatkan pembinaan iman yang baik. Ini penting untuk membentuk karakter generasi muda,” katanya.

Baca Juga:  Porsenijar Sulsel 2026: Sidrap Buka Pintu Lebar bagi Seluruh Kontingen Se-Sulawesi Selatan

Fokus pada Pembangunan Jasmani

Selain aspek spiritual, Pemda Tolikara juga menggenjot pembangunan jasmani yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sejumlah program prioritas telah dijalankan, mulai dari layanan Puskesmas keliling, peningkatan gizi anak, penyediaan air bersih, hingga pembukaan akses jalan antar kampung.

Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus membuka akses ekonomi di wilayah terpencil.

“Kalau akses terbuka dan masyarakat sehat, maka aktivitas ekonomi akan bergerak,” jelas Wandik.

Mulai dari Wilayah 3T

Pemda Tolikara memilih wilayah 3T sebagai titik awal pembangunan. Distrik-distrik seperti Wina, Goyage, Bokoneri, Yuneri, Yuko, Airgaram, Dow, Wari, Egiyam, Ndundu, Umagi hingga Gundagi menjadi fokus utama program pembangunan.

Wandik menjelaskan, wilayah tersebut memiliki tantangan geografis dan keterbatasan akses yang cukup berat, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah.

Namun demikian, ia optimistis pendekatan ini akan memberikan dampak besar bagi percepatan pembangunan daerah secara keseluruhan.

“Kalau daerah dengan akses paling sulit bisa berkembang, maka wilayah lain akan lebih cepat mengikuti,” ujarnya.

Targetkan SDM Unggul

Lebih jauh, Pemda Tolikara menargetkan lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Fokus pembangunan diarahkan pada tiga aspek utama, yakni intelektual (otak), spiritual (iman), dan kesehatan (fisik).

Menurut Wandik, ketiga aspek tersebut menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita dorong transformasi SDM terlebih dahulu. Kalau manusianya kuat, mereka akan menjaga dan melanjutkan pembangunan itu sendiri,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang dimulai dari kampung dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Pemda Tolikara optimistis mampu menciptakan pembangunan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putra Tokoh Politisi dan Pengusaha Sidrap Dipercaya Pimpin Event Besar, Aan Wahyu Junaedy Jadi Ketua Panitia 1st Anniversary AVOCE Bersama Harum Lestari
PASPORIA: Layanan Pembuatan Paspor Hadir di Car Free Day Kabupaten Sidrap, Khusus Minggu 19 Juli 2026!
Selamatkan Masa Depan Papua, Willem Wandik Turun Langsung Berantas Judi dan Miras di Tolikara
Lestarikan Budaya Nasional, JMSI Sidrap Gelar Lomba Fashion Wastra Glamour Sidrap 2026
Kurir Pesanan Antar Jemput Menangis Sepeda Motor Kerjanya Raib Dicuri, Kunci Masih Menggantung di Stang
Menag RI Ajak Arab Saudi Perkuat Diplomasi Religius, Undang Syekh Sudais ke Indonesia
Orang Tua Santri Lapor Polisi, Anak Pimpinan Ponpes yang Juga Pengajar Diduga Jadi Pelaku Penganiayaan
Undang Bupati Hadiri Wisuda, Unisan Sidrap Sekaligus Kupas Sinergi Bangun Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:21 WITA

Putra Tokoh Politisi dan Pengusaha Sidrap Dipercaya Pimpin Event Besar, Aan Wahyu Junaedy Jadi Ketua Panitia 1st Anniversary AVOCE Bersama Harum Lestari

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:51 WITA

PASPORIA: Layanan Pembuatan Paspor Hadir di Car Free Day Kabupaten Sidrap, Khusus Minggu 19 Juli 2026!

Senin, 13 Juli 2026 - 14:36 WITA

Selamatkan Masa Depan Papua, Willem Wandik Turun Langsung Berantas Judi dan Miras di Tolikara

Senin, 13 Juli 2026 - 14:15 WITA

Lestarikan Budaya Nasional, JMSI Sidrap Gelar Lomba Fashion Wastra Glamour Sidrap 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:24 WITA

Kurir Pesanan Antar Jemput Menangis Sepeda Motor Kerjanya Raib Dicuri, Kunci Masih Menggantung di Stang

Berita Terbaru