Penguatan Mutu Kampus, LLDIKTI IX Kumpulkan PTS Sulsel-Sulbar di UMS Rappang

- Redaktur

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZPRESS.COM, SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX. Kegiatan ini diikuti perwakilan perguruan tinggi swasta (PTS) dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.


Bimtek SPMI tersebut berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (14/8/2026).


Kegiatan dibuka Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX Syahruddin, S.T., M.M., mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si.
Wakil Rektor I UMS Rappang Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., hadir mewakili Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal, terlebih dengan adanya perubahan regulasi pemerintah terkait penjaminan mutu perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


“Jadi kegiatan hari ini adalah pembukaan Bimtek SPMI dari seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Program ini untuk menyikapi dan melakukan terobosan-terobosan terkait dengan peraturan pemerintah yang baru tentang penjaminan mutu,” kata Dr. Rais.


Ia menyebut kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta. Setiap perguruan tinggi mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti rangkaian bimtek.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan kepada para pengelola SPMI di masing-masing perguruan tinggi.


“Harapan kita, melalui kegiatan ini ada penguatan-penguatan dalam proses penjaminan mutu. Hari pertama akan diisi dengan pemaparan materi, kemudian hari kedua lebih banyak diskusi kelompok untuk mencari solusi dan menyusun program-program dalam rangka penguatan sistem penjaminan mutu di perguruan tinggi,” jelasnya.


Dr. Rais menilai sistem penjaminan mutu menjadi semakin penting di tengah tantangan perguruan tinggi yang semakin ketat. Pengelolaan mutu, kata dia, harus dilakukan secara konsisten dan terintegrasi dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi.


“Mulai dari sistem pembelajaran, perekrutan mahasiswa, perekrutan tenaga pengajar, hingga tenaga kependidikan, semuanya harus terintegrasi dalam sistem penjaminan mutu,” ujarnya.


Selain penguatan sistem, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi para pengelola SPMI perguruan tinggi di Sulsel dan Sulbar.
“Para pelaku SPMI di setiap perguruan tinggi bisa saling berkolaborasi dan saling membantu untuk memajukan kampus masing-masing,” katanya.


Dr. Rais menambahkan, pelaksanaan Bimtek SPMI tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


“Momentum HUT RI ke-81 ini kita gunakan untuk berkumpul. Selain kegiatan perlombaan, kita juga melakukan kegiatan penguatan sistem mutu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX Syahruddin menyampaikan apresiasi kepada UMS Rappang yang telah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimtek SPMI tingkat LLDIKTI Wilayah IX.

Baca Juga:  Melirik Jejak Muhammad Yunus, Petani Sidrap yang Panen Saat Kemarau Menguji


“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang yang sudah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanaan Bimtek SPMI tingkat LLDIKTI Wilayah IX,” kata Syahruddin.
Ia menjelaskan, kegiatan Bimtek SPMI merupakan bagian dari upaya LLDIKTI Wilayah IX membantu perguruan tinggi beradaptasi terhadap perubahan regulasi terkait sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.


Menurutnya, perubahan regulasi menuntut perguruan tinggi melakukan penyesuaian terhadap standar, dokumen, hingga sistem pelaporan yang menjadi kewajiban perguruan tinggi.


“Adanya perubahan regulasi tentu mengharuskan kita melakukan adaptasi dan penyesuaian, baik terhadap standar-standar yang telah ditetapkan maupun dokumen dan sistem pelaporan yang menjadi kewajiban seluruh perguruan tinggi,” jelasnya.


Syahruddin menekankan bahwa penjaminan mutu merupakan pekerjaan kolektif. Seluruh civitas akademika harus terlibat karena sistem penjaminan mutu mencakup seluruh aspek pengelolaan perguruan tinggi.


“Kalau kita berbicara tentang penjaminan mutu, seluruh civitas akademika harus terlibat. Penjaminan mutu meliputi seluruh aspek pengelolaan perguruan tinggi,” ujarnya.


Ia berharap keterlibatan seluruh unsur kampus tersebut dapat mendorong lahirnya budaya mutu yang diterapkan secara berkelanjutan.


Syahruddin juga mengingatkan agar pelaksanaan SPMI tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administratif. Implementasinya harus berjalan melalui siklus penjaminan mutu yang mencakup penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan standar.


“Jangan sampai penjaminan mutu ini hanya berhenti di taraf dokumen. Harus ada evaluasi. Ketika dievaluasi, apa yang menjadi kekurangan harus dikendalikan dan kemudian dilakukan peningkatan mutu,” tegasnya.


Ia pun meminta seluruh peserta memanfaatkan Bimtek tersebut sebagai ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan SPMI.


“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk saling berbagi praktik. Apa yang diberikan para narasumber juga bisa menjadi bahan untuk memperkuat pengelolaan penjaminan mutu di perguruan tinggi masing-masing,” katanya.


LLDIKTI Wilayah IX, lanjut Syahruddin, berkomitmen terus mendampingi perguruan tinggi dalam meningkatkan pelaksanaan penjaminan mutu.


“Kalau ada hal-hal yang masih dianggap kurang, jangan segan-segan menghubungi tim SPMI LLDIKTI untuk sharing terkait kendala yang dihadapi. Sehingga ke depan kita terus dapat memperbaiki pengelolaan perguruan tinggi agar lebih baik dan lebih berkualitas,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Pura-pura Belanja Emas, Wanita Ini Curi Gelang di Dua Pasar Sidrap — Akhirnya Tertangkap
Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda
Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.
Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Nurkanaah Tekankan Pentingnya Data Akurat
Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen
KDRT di Sidrap: Pertengkaran Sepele Berujung Luka di Mata dan Pipi, Suami Ditangkap di Tempat Kerja
Aktivitas Nyaman, Polres Sidrap Gelar Patroli Kamtibmas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:24 WITA

Modus Pura-pura Belanja Emas, Wanita Ini Curi Gelang di Dua Pasar Sidrap — Akhirnya Tertangkap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Persuratan Makin Praktis, Diskominfo Sidrap Fasilitasi Penerbitan TTE ASN Setda

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:45 WITA

Sekda Sidrap Resmi Raih Gelar Doktor, Bupati Syaharuddin Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

Turun Ke Jalan , Bupati Enrekang Bersama BPBD Bagikan Masker di Lampu Merah.

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Mappadendang di Desa Bila, Bupati Syaharuddin Motivasi Petani Tingkatkan Hasil Panen

Berita Terbaru