Infobusspress.com – Rappang, Sidrap – Kabar duka mendalam menyelimuti keluarga besar alumni SMEA 1 Rappang (kini SMKN 2 Sidrap). Salah satu sahabat mereka yang paling dikenal memiliki hati selembut sutra dan keramahan tanpa batas, Hj. Kasmiati, atau yang akrab disapa sehari-hari Hajja Cemmi, telah menghembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.30 WITA di rumah kediamannya sendiri.

Hajja Cemmi telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama berbulan-bulan lamanya. Ia harus bolak-balik menjalani pengobatan, mulai dari Rumah Sakit Arnum Rappang, Rumah Sakit Adinda Rappang, hingga berangkat ke rumah sakit terbesar di Makassar demi mendapatkan penanganan terbaik. Meski rasa sakit sering menghampiri dan menggerogoti tubuhnya, ia tidak pernah menampakkan keluhan berlebih. Sebaliknya, ia tetap berusaha tampil ceria, tegar, dan menyapa orang-orang di sekitarnya dengan senyum hangat, seolah tak ingin membebani hati siapa pun.
Namun, takdir Allah SWT telah menentukan lain. Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Sang Maha Pencipta memanggilnya pulang ke pangkuan-Nya dengan tenang di tempat yang paling dicintainya, yaitu rumahnya sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang paling membekas di hati setiap orang yang mengenalnya adalah sifat aslinya: lembut tutur katanya, halus sikapnya, dan ramah kepada siapa saja tanpa memandang status atau kedudukan. Tidak ada satu pun orang yang pernah bertemu dengannya yang merasa tidak nyaman. Ia selalu menyapa dengan senyum tulus, mendengarkan dengan sabar, dan berbicara dengan nada yang menenangkan hati.
Bagi teman-teman dan tetangga, Hajja Cemmi adalah tempat berbagi cerita dan tempat mencari ketenangan. Jika ada yang membutuhkan bantuan, ia tidak segan menolong sesuai kemampuannya. Jika ada yang sedang bersedih, ia hadir dengan kata-kata penghiburan yang menyejukkan. Keramahannya bukan sekadar basa-basi, melainkan keluar dari hati yang tulus dan lapang. Bahkan saat kondisi tubuhnya sedang lemah karena sakit, ia tetap berusaha menyapa dan menanyakan kabar orang-orang yang datang menjenguknya.

“Kelembutan hatinya itu yang paling kami rindukan. Ia tidak pernah bicara kasar, tidak pernah membeda-bedakan teman. Siapa saja yang datang ke rumahnya pasti disambut dengan hangat, disuguhi makanan dan minuman seolah tamu paling istimewa,” kenang Hj. Neng.
Momen Terakhir yang Penuh Haru
Kisah perpisahan yang menyayat hati ini diceritakan langsung oleh sahabat karibnya, Fitri atau akrab disapa Fitti, yang tengah menemaninya bermalam di rumah tersebut.
“Saya bermalam di rumah Hajja Cemmi dan selalu memeluknya saat tidur. Sekitar pukul 03.00 dini hari, saya terbangun ingin ke kamar mandi. Setelah kembali, saya melihat kakinya tergantung turun dari tempat tidur. Saya menyapa, ‘Hajja, jangan diturunkan kakinya nanti makin bengkak,’ namun Hajja Cemmi tak bergerak sama sekali. Akhirnya saya yang mengangkat kakinya kembali ke posisi semula. Saya kembali berbaring dan memeluknya lagi, tapi seketika saya terkejut saat meraba perutnya—tidak ada lagi gerakan napas. Segera saya membangunkan teman yang lain, dan ternyata Hajja Cemmi telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya,” kenang Fitri dengan nada terharu.
Kepergian Hajja Cemmi terasa semakin menyentuh hati karena memiliki kisah tak terduga. Bulan ini, ia baru saja menjadi pemenang undian arisan kelompok teman-temannya. Semua sahabat sudah berjanji akan melaksanakan pertemuan arisan berikutnya tepat di rumahnya pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Rencana itu juga dimaksudkan untuk berkumpul sekaligus memberikan semangat bagi Hajja Cemmi.
Namun, kehendak Allah berbeda. Sebelum hari yang ditetapkan tiba, Hajja Cemmi lebih dulu dipanggil pulang.
“Ternyata ini skenario Allah SWT. Kami semua tetap berkumpul sesuai janji, tapi bukan untuk bersuka cita merayakan kemenangan arisan, melainkan untuk menghadiri perpisahan terakhir sahabat kami. Sebuah pertemuan yang berubah menjadi perpisahan yang sangat menyayat hati,” ujar Rostina, salah satu perwakilan alumni angkatan 1995.
Dikenal Selalu Menjaga Silaturahmi
Selama hidupnya, Hajja Cemmi dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga tali persaudaraan. Ia selalu menjadi penggerak utama untuk mengajak teman-teman berkumpul, makan bersama baik di rumahnya maupun di tempat lain. Kebersamaan dan keakraban baginya adalah hal yang paling berharga untuk dipelihara.
Kabar kepergiannya segera menyebar luas. Di kelompok media sosial alumni, berbagai foto kenangan mulai dari masa sekolah hingga pertemuan belakangan ini dipenuhi dengan ucapan duka, air mata, dan doa. Semua orang mengenang kebaikan, kelembutan, dan keramahan yang tak pernah luntur selama ia hidup.
“Selamat jalan sahabatku terkasih. Engkau orang baik, hatimu lembut, senyummu ramah, dan kebaikanmu tak akan pernah kami lupakan. Kami tak percaya secepat ini kau meninggalkan kami dan mendahului menghadap Allah SWT. Semoga segala kebaikanmu menjadi bekal cahaya bagimu di alam sana,” tulis Hj. Jasmawati dalam unggahan kenangan.
Jenazah Hajja Kasmiati alias Hajja Cemmi telah dimakamkan pada hari yang sama di Pemakaman Rijang Baking, Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, meneranginya dengan cahaya rahmat-Nya, dan menempatkannya di tempat yang paling mulia di sisi-Nya, bersama orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Semoga keluarga yang ditinggalkan serta seluruh sahabat alumni diberikan ketabahan dan kesabaran yang lapang.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.









