405 Mahasiswa Baru UMS Rappang Ikuti Pesma, Rektor Tekankan Transformasi dan Karakter

- Redaktur

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZPRESS.COM, SIDRAP — Sebanyak 405 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti kegiatan Pesantren Mahasiswa (Pesma) 2026. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Rektor UMS Rappang Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., di Auditorium H. Zaini Razak UMS Rappang, Senin (24/8/2026).

Pesma tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Karakter Mahasiswa Berkemajuan melalui Pengenalan Kampus dan Internalisasi Nilai-Nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.”


Pembukaan Pesma turut dihadiri para wakil rektor, dekan, ketua program studi, kepala lembaga, serta pengurus organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMS Rappang. Hadir pula unsur TNI dan Polri, yakni Kapolsek Pancarijang yang mewakili Kapolres Sidrap serta perwakilan Dandim 1420/Sidrap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT


Dalam sambutannya, Rektor UMS Rappang Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah terbuka bagi seluruh komponen bangsa, tanpa membedakan agama, keyakinan, organisasi maupun latar belakang politik.


“Jangan dikira Muhammadiyah itu aliran, apalagi agama. Muhammadiyah adalah organisasi. Karena itu perguruan tinggi Muhammadiyah terbuka bagi seluruh komponen bangsa,” kata Prof. Jamaluddin dalam sambutannya.


Menurutnya, nilai-nilai Muhammadiyah juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Ia menilai organisasi Muhammadiyah memiliki sistem yang tertata, termasuk dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.


Prof. Jal mengatakan Pesma tidak sekadar menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan dan etika keislaman.


“Ini penyambutan mahasiswa baru sekaligus kita desain menjadi kegiatan pesantren,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan Pesma ke depan dapat direkognisi sebagai bagian dari proses pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), khususnya dalam membangun kepemimpinan dan etika mahasiswa.

Prof. Jal juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap mahasiswa baru. Menurutnya, mahasiswa berada pada fase transisi dari remaja menuju dewasa yang ditandai dengan proses pencarian jati diri.
Karena itu, ia meminta panitia dan mahasiswa senior ikut mendampingi peserta Pesma agar proses adaptasi di lingkungan kampus berlangsung positif.


“Mahasiswa kita ini masa-masa transformasi dari remaja menuju dewasa, masa-masa mencari jati diri. Ketika masa itu benar adanya, insyaAllah kita akan mendapatkan sumber daya manusia yang positif,” jelasnya.


Rektor juga meminta mahasiswa baru tidak melewatkan kegiatan Pesma. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk saling mengenal dan membangun rasa kebersamaan antarmahasiswa.
“Di pesantren inilah kita saling kenal. Kita senasib sepenanggungan. Akhirnya nanti terbangun suasana kekeluargaan dan kebersamaan,” katanya.

Baca Juga:  Komitmen Wujudkan Target Pembangunan, DPRD dan Pemkab Sidrap Sepakati KUA-PPAS APBD 2027


Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengingatkan mahasiswa baru mengenai perbedaan sistem pendidikan di jenjang SMA dengan perguruan tinggi.


Ia mengatakan mahasiswa harus memiliki pola pikir yang siap menghadapi perubahan, termasuk dalam hal kedisiplinan, kehadiran, hingga tanggung jawab terhadap proses pembelajaran.


“Ini adalah momen yang harus anak-anakku pahami. Kita membutuhkan mindset untuk perubahan dari lingkungan yang tadinya sangat struktural ke lingkungan perguruan tinggi yang tidak seperti itu,” tuturnya.


Prof. Jamaluddin juga memperkenalkan konsep digitalisasi pembelajaran yang diterapkan UMS Rappang. Ia menyebut kampus tersebut mengusung identitas The Digital Entrepreneurship University dan mendorong proses pendidikan berbasis digital.


Menurutnya, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), menjadi bagian dari transformasi pembelajaran di kampus.


“Kalau mahasiswanya belajar menggunakan AI, saya senang sekali. Silakan gunakan AI,” ujarnya.
Namun, ia menekankan penggunaan teknologi harus tetap diarahkan untuk mendukung proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi mahasiswa.


Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru UMS Rappang. Ia menjelaskan UMS Rappang resmi menjadi universitas pada 18 Februari 2019 setelah penggabungan dua sekolah tinggi Muhammadiyah.


Saat ini, UMS Rappang membina 21 program studi mulai jenjang sarjana hingga doktor.
Ia pun meminta mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan belajar di UMS Rappang sebaik mungkin.
“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka akan hidup di zamannya, bukan di zamanmu,” kata Prof. Jamaluddin.


Ia menegaskan mahasiswa baru tidak salah memilih UMS Rappang sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

“Anda berada pada tempat yang tepat, di waktu yang tepat, dengan kondisi yang tepat,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Wakil Rektor IV UMS Rappang Dr. Drs. H. Syamsu T, S.Pd., M.Pd. menjelaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pendidikan mahasiswa.


Ia menyebut pendidikan agama di UMS Rappang tidak hanya diberikan dalam mata kuliah tertentu, tetapi diintegrasikan dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
Menurutnya, mahasiswa UMS Rappang diharapkan mampu menjadi insan pencerah melalui ilmu pengetahuan, integritas, serta pengamalan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare
Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’
Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi
Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi
Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah
Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional
Pesma 2026 Berakhir, Ini Kesan Maba UMS Rappang Asal Enrekang dan Kalimantan Utara, Ada yang Termotivasi dengan Bupati Sidrap
Penutupan Pesma 2026, Pemkab Sidrap: UMS Rappang Punya Peran Penting Dorong Kemajuan Daerah
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:03 WITA

Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08 WITA

Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WITA

Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Berita Terbaru