
Infobuzzpress.com, SIDRAP ā Gelaran perdana Fashion Wastra Glamour 2026 yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sidrap tak hanya memukau dengan keindahan busana tradisional, namun juga melahirkan kisah inspiratif dari peserta termudanya. Azka Alfarisky Arif, bocah berusia 5 tahun berhasil meraih Juara 3 Kategori Cilik A Putra, membuktikan bahwa semangat dan keberanian tak mengenal usia.
Kehadiran Azka di panggung Monumen Ganggawa menjadi perhatian tersendiri. Meski masih sangat kecil, ia tampil percaya diri membalut busana wastra, berhadapan dengan peserta yang lebih berpengalaman.
Kisah di balik keberhasilan Azka disampaikan langsung oleh ibunda tercintanya. Awalnya, ia sempat merasa ragu dan kecewa saat melihat anaknya berlatih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu latihan saya sempat kecewa, saya sempat merasa malu jika gaya jalannya belum sebaik yang lain. Tapi justru Pelatih Oji yang selalu mendorong dan menyemangati saya, bilang anak ini masih sangat kecil, wajar jika belum sempurna. Yang terpenting dia mau dan berani tampil,” ungkap ibunda Azka dengan bangga.
Ia menambahkan tekad anaknya yang luar biasa: “Kalau dilarang ikut, dia justru menangis. Itu tandanya dia punya keberanian besar. Masalah juara atau bukan, itu urusan belakangan. Yang paling berharga adalah pengalaman pertama yang didapatnya di acara yang digagas JMSI Sidrap ini,” tambahnya.
Merespons capaian muridnya, Pelatih Oji mengaku sangat terharu. Menurutnya, hasil yang diraih adalah buah dari semangat belajar yang tak pernah padam.
“Azka contoh nyata bahwa keberanian tampil di hadapan orang banyak sejak usia dini itu sudah kemenangan besar. Awalnya jalannya belum teratur, tapi dia tidak pernah menyerah dan selalu mau belajar. Saya selalu meyakinkan orang tua bahwa proses lebih penting daripada hasil. Alhamdulillah hari ini usahanya berbuah manis,” ujar Pelatih Oji.
Keberhasilan Azka menjadi bukti bahwa Fashion Wastra Glamour yang digagas JMSI Sidrap bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan bakat dan pembentukan karakter generasi penerus pelestari budaya daerah. (*)









