Program Syaharuddin Alrif Selamatkan Sawah di Sidrap Meski Musim Kemarau, Rauf Rp93,85 Miliar

- Redaktur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBUZZPRESS.COM, SIDRAP — Ancaman kemarau El-Nino tak menyurutkan produktivitas petani di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Di tengah keterbatasan sumber air, hamparan sawah tetap menghijau dan produksi pertanian terus berjalan berkat program Listrik Masuk Sawah yang menjadi salah satu program unggulan Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Program tersebut menjadi solusi bagi petani, khususnya di wilayah persawahan tadah hujan yang selama ini sangat bergantung pada ketersediaan air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan dukungan jaringan listrik untuk mengoperasikan sumur bor, petani kini dapat memperoleh pasokan air meski musim kemarau melanda.

Ketua Gapoktan Mappasitujue, Mahmuddin, mengatakan keberadaan program Listrik Masuk Sawah sangat membantu mempertahankan lahan pertanian di Takkalasi.

“Kalau tidak ada bantuan listrik masuk sawah, mungkin sudah mati semua sawahnya orang di sini,” kata Mahmuddin.

Menurutnya, sebelumnya sejumlah sumur bor telah tersedia, namun belum maksimal dimanfaatkan karena terkendala jaringan listrik.

“Sebenarnya banyak sumur bor di sini tapi tidak ada jaringan listriknya. Jadi untungnya ada inovasi ini, listrik masuk sawah,” ujarnya.

Program Listrik Masuk Sawah di Sidrap merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian, serta PT PLN (Persero).

Di sepanjang areal persawahan Takkalasi kini berdiri sekitar 30 titik tiang listrik yang mendukung pengoperasian pompa air. Air dari sumur kemudian dialirkan melalui jaringan pipa hingga ke lahan pertanian dan mampu mengairi sekitar empat hingga lima hektare pada setiap titik.

“Sudah mudah sekarang. Tinggal isi voucher listrik sesuai kebutuhan, air langsung keluar,” tambah Mahmuddin.

Baca Juga:  Bupati Syaharuddin Kunjungi Sekolah Terpencil di Tana Toro, Siapkan Beasiswa bagi Siswa Berprestasi

Dampaknya mulai terlihat pada produktivitas. Hasil panen petani di Desa Takkalasi kini mencapai sekitar 10,4 ton gabah per hektare, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran tujuh ton per hektare.

Dengan luas lahan persawahan sekitar 395,80 hektare yang dikelola 13 kelompok tani, sektor pertanian menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat desa.

Penerapan pola tanam IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun semakin memperbesar potensi produksi. Dengan harga gabah sekitar Rp7.500 hingga Rp7.600 per kilogram, satu hektare lahan berpotensi menghasilkan penerimaan kotor sekitar Rp79,04 juta dalam sekali panen.

Jika seluruh lahan dapat ditanami dan dipanen tiga kali dalam setahun, nilai produksi gabah di Desa Takkalasi diperkirakan mencapai sekitar Rp93,85 miliar per tahun.

Kepala Desa Takkalasi, Sudarmin, menilai program Listrik Masuk Sawah memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman kekeringan.

“Bantuan listrik masuk sawah ini sangat bermanfaat dan semakin meningkatkan produktivitas hasil panen petani,” kata Sudarmin, Jumat (21/8/2026).

Program yang didorong Bupati Syaharuddin Alrif tersebut bukan hanya menghadirkan listrik ke kawasan persawahan.

Lebih dari itu, listrik menjadi energi penggerak pompa air yang membuat petani memiliki kepastian dalam mengelola sawah, meningkatkan produktivitas, serta menjaga roda perekonomian desa tetap bergerak meski musim kemarau mengancam.

Bagi petani Takkalasi, Listrik Masuk Sawah bukan sekadar program infrastruktur, tetapi menjadi salah satu kunci agar sawah tetap hidup, panen tetap berlangsung, dan ekonomi masyarakat terus berputar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel infobuzzpress.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare
Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’
Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi
Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi
Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah
Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional
Pesma 2026 Berakhir, Ini Kesan Maba UMS Rappang Asal Enrekang dan Kalimantan Utara, Ada yang Termotivasi dengan Bupati Sidrap
Penutupan Pesma 2026, Pemkab Sidrap: UMS Rappang Punya Peran Penting Dorong Kemajuan Daerah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Modus HP Murah di Facebook: Enam Penipu Online Dibekuk di Parepare

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:03 WITA

Karang Taruna Sidrap Ajak Anak Muda Memiliki Kepedulian Sosial melalui Gerakan SIPATUOKI’

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08 WITA

Lewat Forum OECD–APKASI, Sidrap Perkuat Kemitraan Pembangunan dan Peluang Ekonomi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:04 WITA

Jejak Yayasan Sanggar Seni Pajoge Andino Sidrap: Menanam Dedikasi, Merawat Tradisi, Mengukir Prestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Di Tengah Kemarau, Petani di Kelurahan Kadidi Tetap Bisa Panen Berkat Program Listrik Masuk Sawah

Berita Terbaru