
Infobuzzpres.com, ENREKANG – Tragedi hampir terjadi di dunia pendidikan. Senin pagi, 31 Agustus 2026, atap dan plafond SDN 4 Maroangin ambruk total diterjang angin kencang. Puing kayu dan seng berserakan di dalam kelas. Beruntung siswa belum masuk. Jika telat 30 menit, bisa dipastikan akan ada korban jiwa.
Warga menyebut ini bukan musibah biasa. Ini akibat kelalaian. “Bangunan tersebut memang sudah tua dan selama ini tidak pernah tersentuh perbaikan”, kata warga dengan nada kesal. Bertahun-tahun mereka mengadu, bertahun-tahun pula janji perbaikan hanya lewat. Kini gedung itu benar-benar menyerah pada usia dan cuaca.
Pasca kejadian, ruang kelas tidak bisa dipakai sama sekali. Buku, meja, dan kursi belajar tertimbun reruntuhan. Guru-guru panik. Orang tua murid menangis. Ratusan siswa SDN 4 Maroangin kini terancam tidak bisa sekolah karena tidak ada ruang pengganti. Belajar di teras atau di bawah tenda jelas bukan solusi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keresahan warga memuncak. Mereka menilai nyawa anak-anak dipertaruhkan karena bangunan sekolah dibiarkan reot. “Kami tidak mau menunggu ada anak yang ketimpa atap baru pemerintah bergerak. Ini sudah darurat!” tegas salah satu tokoh masyarakat. Warga menuding Dinas Pendidikan dan Pemkab Enrekang menutup mata terhadap kondisi sekolah di pelosok.
Warga menuntut pemerintah pusat dan daerah turun tangan HARI INI JUGA. Renovasi total, bukan tambal sulam. “Kami minta bantuan dana darurat dari Kemendikdasmen dan Pemprov Sulsel. Jangan ada lagi alasan anggaran. Keselamatan anak adalah hukum tertinggi,” desak warga. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan, warga mengancam akan menyegel kantor dinas sebagai bentuk protes. (*)









