INFOBUZZPRESS.CO,M, SIDRAP ā Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) di Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), resmi berakhir.
Pemerintah Kecamatan Duapitue berharap penempatan mahasiswa KKN ke depan dapat diperluas ke desa-desa lain.
Penarikan mahasiswa KKN digelar di Kecamatan Duapitue dan dihadiri Sekretaris Camat Duapitue Muhlisar, S.Sos., M.Adm.KP., yang mewakili Camat Duapitue.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari UMS Rappang, hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP. dan Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom.
Dalam kesempatan tersebut, Muhlisar menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UMS Rappang yang telah menjalankan program pengabdian dan berkontribusi di tengah masyarakat selama berada di Kecamatan Duapitue.
“Pemrintah Kecamatan Duapitue berharap pelaksanaan KKN UMS Rappang ke depan dapat menjangkau desa-desa yang lebih luas. Dengan begitu, manfaat kehadiran mahasiswa bisa dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa UMS Rappang ditempatkan di tiga desa di Kecamatan Duapitue, yakni Desa Kalosi Alau, Desa Taccimpo, dan Desa Bila.
Pemerintah Kecamatan Duapitue mendorong agar desa-desa lain juga mendapat kesempatan menjadi lokasi KKN pada pelaksanaan berikutnya. Menurutnya, perluasan lokasi pengabdian dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat sekaligus membantu pemerintah desa mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki.
Harapan tersebut juga menjadi bentuk keterbukaan Pemerintah Kecamatan Duapitue untuk melanjutkan kolaborasi dengan UMS Rappang melalui berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Bagi mahasiswa, KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Mahasiswa juga dituntut memahami secara langsung kondisi dan dinamika kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan gagasan dan energi baru melalui berbagai kegiatan yang mendukung potensi serta kebutuhan masyarakat dan pemerintah desa.
Penarikan mahasiswa menjadi penanda berakhirnya masa KKN UMS Rappang di Kecamatan Duapitue.
Meski demikian, kolaborasi antara UMS Rappang dan Pemerintah Kecamatan Duapitue diharapkan terus berlanjut melalui program pengabdian dan kegiatan lainnya.
Berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhirnya hubungan antara kampus dan masyarakat. Sebaliknya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal bagi kerja sama yang lebih luas untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.









